Hari Ke 3 : Krabi Town (Tiger Caves - Hot Spring - Emerald Pool - Ascetic Pool - Blue Pool - Night Market Krabi Town )

"Morning Miss!  You Can Check In Now", sapaan penjaga hostel itu membuyarkan lamunan kami. Melirik kearah arloji, masih Pukul 06.30 waktu Thailand. Baik Banget Nih Masnya kok boleh Check In Lebih Awal, padahal harusnya check in kami hari ini pukul 12 siang.

Oke, saya menyerahkan lembaran kode boking kamar untuk dua hari kedepan. Sesuai request pada saat booking, kami meminta kamar asrama untuk cewek, dan masnya memberi kami kamar "Match". Kami memesan Kamar disini dengan banyak pertimbangan, yakni hostel ini buka 24jam, tersedia rental motor dan paket tur wisata plus lokasi strategis antara jalan utarakid dan jalan chao fa dan yang paling penting harganya sesuai dengan budget traveler. Kami boking pun melalui aplikasi traveloka dan dipastikan harganya memang lebih murah daripada harga kami go show di sini. Semisal Go show pun tidak dijamin kami akan mendapatkan kamar, karna banyak turis turis budget dari eropa memilih menginap disini saat berlibur ke krabi town.

Segera kami bergegas menuju kamar "match" dilatai dua, rupanya hanya bed atas yang kosong, bed bawah sudah terisi semua plus bule bule cewe itu masih pules semua.jadi kami pelan2 berusaha tidak membuat gaduh. saya memilih bed "akar 5" yang dekat jendela.Kamar ini memiliki 4 kasur bertingkat,dilengkapi AC dan kipas angin.maklum udara di krabi town sepanas surabaya. melihat kasur yang nyaman sempat terlintas pikiran untuk rebahan, eh tapi kami belom mandi padahal jam 8 mo boking paket tur ke 4 islands. oke, setengah terpaksa mandi deh karna mepet banget jamnya.

Pukul 8tepat kami turun ke lobby,menanyakan tentang paket tur 4islands,"sorry, tour for today is full". hah appah!! tidak, duh buyar rencana. dan petugas hostel menyarankan ikut tur tengah hari yang satu2nya bisa diboking hari itu. tur tengah hari hingga malam,include menyaksikan sunset. haish,klo cuman sunset sih udah sering di pantai indonesia, malas ah. hiks. kenudian petugas hostel mempertegas bahwa pemesanan paket tur harus dilakukan sehari sebelumnya, waktu pemesanan pukul 08.00 hingga 22.30 setiap hari.

Setelah berdiskusi sejenak dengan travelmate, kami memesan paket tur ke phi phi island untuk esok hari beserta pembayaran full. kemudian saya menanyakan apakah kami bisa menyewa motor untuk menuju emerald pool (jujur,dalam pikiran saya cuma trip darat yang bisa kami manfaatkan untuk mengisi kegiatan hari ini, karena kami hanya berdua tak mungkin memaksakan menyewa perahu kayu menuju 4islands, bisa bengkak budget padahal si travelmate minim uang bath nya).

Petugas hostel yang mengetahui kami hendak ke emerald pool menyarankan, kenapa kami tidak ikut paket tur saja ke sana, selain jauh, kawatir kami tersesat masuk ke lokasi juga terhitung mahal untuk orang asing. Dan seperti biasa saya yang punya rasa penasaran tinggi terhadap tempat baru, tidak meyalahkan mbak petugas ini,maklum baru hari ini kami mengunjungi krabi town. Akhirnya mbak petugas hostel itu menyerah dan memberi kami peta krabi town, memberi petunjuk bagaimana menuju kesana. Kami pun dipersilahkan memilih motor yang akan disewa plus pinjaman dua helm dan menahan paspor saya sebagai jaminan. Kami pun diwajibkan mengembalikan motor dengan kondisi bensin full tank, sama dengan kondisi disaat kami pinjam.

Karena proses perubahan rencana perjalanan hari itu, yang harusnya dimulai pukul 08.00 menjadi pukul 08.30, oke pasti ada hikmahnya lagi pula seorang traveler tidak selalu mempunyai rencana yg pasti kan:)

perjalanan dimulai dengan mencari sarapan halal. karena sudah siang pasar di maharat soi 10 sudah selesai. yahh :( tak jauh dari situ kami melirik ada kedai halal, penjualnya pun berkerudung. setelah memilih tempat duduk, kami melihat lihat menu dan pilihan jatuh pada nasi bebek, cukup pesan satu porsi saja, karena kami tidak terbiasa makan banyak saat sarapan. dan wow ternyata porsinya besar juga kenyang buat berdua:)

selesai sarapan kami pun melanjutkan perjalanan, menuju sasaran pertama tiger cave (sebelumya kami sudah membuat rencana perjalanan, termasuk jika rencana pertama gagal mana saja tempat yang bisa dituju). travelmate menjadi pengemudi motor, sementara saya membaca peta dan sesekali bertanya kepada orang dimana letak tiger cave , yang ternyata tidak jauh dari ujung jalan utarakid.
Dan Bagus sampai tiger caves cuaca sangat menyengat, rasanya dilanda dehidrasi plus kantuk yang menyerang mengingat semilir angin di balik rimbunan pepohonan perbukitan kapur.

Terdapat 1237 anak tangga menuju puncak. awalnya kami semangat naik, cuma kok kemiringan nya hampir 45 derajat, haduh ngalah2i wat arun ini, coba aja sih naik, masa jauh jauh ga naik, sayang kan:) hingga mencapai anak tangga ke 200 travelmate saya kelelahan, mampus lah ini masih jauh. tak lama kami berpapasan dengan bapak ibu yang hendak turun, rupanya mereka dari malaysia sehingga mudah bercakap bahasa melayu. bapak ibu itu menyarankan kami naik saja karena pemandangan indah diatas. kemudian menanyakan,"bawa air kah?", "tidak, air kami tertinggal di motorsikal" jawab travelmate. dan dengan baik hatinya mereka menyerahkan botol minumnya yang masih baru kepada kami, "simpan, kalian pasti butuh". wah Baiknya ,terimakasih banyak :)

setelah berbasa basi kamipun naik lagi keatas dan baru nyadar ternyata di setiap tikungan anak tangga tertulis jumlah anak tangga yang telah terlintas, masih 300, wuih lumayan juga. iseng melirik arloji, ternyata sudah pukul 11,padahal masih ada dua tempat yang harus dikunjungi yang mana pesan dari petugas hostel tadi tempatnya jauh. hiks, setelah berdiskusi dengan travelmate akhirnya kami menyudahi perjalanan di anak tangga 300. ya sudahlah daripada memaksa naik hingga puncak, kawatirnya kami tidak semua tujuan rencana hari ini bisa terlaksana.

Pukul 12.00 waktu tailand kami meninggalkan tigercaves dan menuju tujuan berikutnya, hot spring. melihat peta yang diberikan petugas hostel kami harus menuju klong thorn dahulu kemudian berbelok ke kiri. karena cuaca cukup terik kami memutuskan berhenti sejenak di Gasoline Station yang mana disebelahnya terdapat sevel, kedai dan pujasera. masuk di sevel, travelmate awalnya mencoba mencari nasi kotak, namun setelah jeli mengamati satu persatu 100 persen nasi kotak di sevel ini menu babi semua. hadeh. satu satunya yang halal yang kami temukan hanya sosis dan kami kurang tertarik. akhirnya saya mengambil dua kaleng bear brand dengan logo halal pastinya  (murah sekali satu kaleng hanya sekitar 10,1 bath, jika dirupiah kan sekitar empat ribu rupiah) sedangkan travelmate memilih coklat panas. Berjalan keluar sevel kami melirik ke penjual es krim kelapa, satu porsi cukup 20 bath, tak meragukan kehalalannya karena penjualnya berjilbab.

Melanjutkan perjalanan lagi, tiba2 di kiri jalan ada tulisan "hot spring". travelmate segera berbelok kiri dan seratus meter dari pinggir jalan kami menemukan tempat wisata dengan tulisan hot spring. terlihat modern dan bersih. "wah kalo hot spring disini, lebih baik kita ke emerald pool dulu saja, hot spring nya terakhir saja", usul saya pada travelmate. Oke travelmate setuju dan sesuai peta kami berkendara lurus melewati semacam hutan karet dan sengon. dua kilometer berlalu namun tidak ada tanda tanda tulisan emerald pool, wah jangan jangan tersesat nih, apalagi jalan aspal yang kami lalui makin sempit. namun meski ditengah hutan masih ada beberapa rumah penduduk, dan ada semacam gazebo tempat berkumpul. travelmate menghentikan laju motor tak jauh dari gazebo tempat berkumpul dua keluarga. "excuse me, you know where is emerald pool?" tanya saya. eh yang ditanyai malah senyum senyum tolah toleh, hadeh gak bisa bahasa ingris rupanya. oke deh, senjata pamungkas dikeluarkan. buka peta ditangan dan tunjuk tulisan emerald pool di peta. dan bapak tersebut menjelaskan dengan bahasa thai plus gerakan tangan, rupanya kami salah jalan dan dia menyuruh kami kembali ke jalan raya. "khawp khun ka (=terimakasih)"ucap saya dengan gerakan membungkuk plus tersenyum.

balik lagi menuju jalan raya utama, namun kami masih didera penasaran dengan si hot spring yang membuat kami berbelok kemari tadi. setelah ngebut lima menit motor kami sampai di hot spring tadi. agak aneh juga, nih kok sepi ya hanya tiga mobil terparkir. melihat muka kami yang kebinggungan ada gadis yang menghampiri, alhamdulilah dia bisa bahasa inggris dan dia menjelaskan bahwa hot spring yang kami cari bukan disini melainkan masih lima belas kilometer lagi dari jalan besar. Sedangkan hot spring yang bikin kami tersesat tadi adalah semacam resort dengan dilengkapi kolam rendam. busett :(

ya sudahlah memang tadi sudah diingatkan petugas hostel tapi kami nekat berangkat sendiri, tapi namanya traveling gak asik kan kalo gak pake acara tersesat  :)

 kembali menuju jalan besar utama, tak lama kami menemukan papan petunjuk jalan, arah menuju hot spring. cukup banyak juga kendaraan berlalu lalang dan mobil mobil ini semacam minivan travel agent paket tour. oke deh, berarti betul kita tak salah jalan, ucap saya. Dari pertigaan pertama setelah belok kiri kami menemukan papan petunjuk emerald pool dan hot spring, melewati jalanan yang dipenuhi tanaman karet dan sengon lagi dan bukit kapur. capek karena kurang tidur, suntuk karena sempat tersesat langsung hilang karena pemandangan keren.sampai akhirnya motor kami berhenti tepat di loket tiket. ternyata ini adalah loket hot spring, setelah membayar tiket masuk plus biaya parkir motor kami masuk .

cukup rapi dan tertata dan yang pasti bersih. menuju si "kolam panas" ini ada dua jalan, jalan setapak yang dibeton atau trecking area lewat hutan. bukan hutan asli sih, tapi sudah dibikinkan jalan yang nyaman sehingga dipastikan tidak akan tersesat. kami memilih jalan setapak karena sudah tak sabar ingin berendam. dari area parkir menuju "kolam panas" kurang lebih sekitar 300 meter. melihat si kolam pertama kali pikiran saya merasa "de ja vu", kok seperti pernah liat ya, tapi dimana. eh, ternyata nih kolam dan pohon pohon disekitarnya mengingatkan pada kolam pancur di taman nasional alas purwo indonesia, hanya saja ini kolam belerang. ada beberapa papan petunjuk di dekat kolam, diantaranya dilarang mandi menggunakan sabun dan shampo, dan ada satu area batu yang dilarang diinjak. ada dua area di kolam ini, area atas dan area bawah,area atas mirip beberapa jacuzzi bebatuan alami berwarna hijau. awalnya saya tak berani melangkah di atas bebatuan hijau ini, takut licin karena lumut, ternyata air panas yang mengandung belerang pada kolam membuat batu batu yang dilaluinya berubah warna menjadi hijau. area atas hanya digunakan untuk berendam karena kedalamnnya maksimal hanya satu meter saja. di area atas air hangatnya sangat terasa. untuk berendam di area atas efektif antara 15-20 menit. antara area atas dan area bawah batu batunya tersusun miring sehingga limpahan air dari area atas ke area bawah seolah olah adalah air terjun. area bawah lebih mirip kolam renang karena tak ada batu batuan jacuzzi dan kedalaman lebih dari satu meter, air yang melimpah di area bawah ini berwarna kehijauan, mirip air lumut.

Puas berendam, setelah mengambil beberapa foto untuk dokumentasi kami bergegas menuju tujuan kami berikutnya emerald pool dan blue pool. waktu menunjukkan pukul 13.30 waktu setempat saat kami meninggalkan hot springs

Efek berendam air panas, membuat kami berjuang melawan ngantuk menuju emerald pool. kesalahan, harusnya hot spring tujuan terakhir saja tadi.

Emerald pool ternyata lebih ramai pengunjung, banyak mobil mobil terparkir dan yang pasti lebih banyak penjual makanan disini daripada di hot spring. mencari parkir untuk motor tidaklah sulit, namun disini rupanya orang orang lebih tertib motor terparkir rapi (saya tidak melihat ada tukang parkir di area motor).

sepanjang jalan dari area parkir menuju loket masuk,aroma ayam goreng sungguh menggoda selera, ada juga manggo sticky rice, aneka buah potong, semacam sosis bakar, telur bakar,sate ayam, ayam bakar, es goyang. harga harganya pun terhitung murah dan insyaallah banyak yang halal (banyak penjual berkerudung, jika kamu muslim namun terkendala bahasa untuk jual beli, cari saja penjual berkerudung).

Di loket masuk ada dua macam harga tiket, tiket untuk orang lokal dan tiket untuk turis asing. Yang bikin nangis darah tuh harga tiket untuk turis asing, jika harga lokal hanya 20 bath per orang, harga untuk turis asing 200 bath. Lebih mahal daripada ongkos buat sewa motor seharian tuh tiket, ya tak apalah sekali kali daripada mikir harga tiket mahal trus gak jadi masuk, ntar pasti nyesel jauh jauh kok gak masuk :)

Masuk ke lokasi tujuan ini lebih mirip masuk ke tengah hutan. terdapat papan petunjuk arah supaya pengunjung tidak tersesat, jalan setapak pun masih alami, suasana jalan mirip dengan lokasi menuju sumber air tawar di taman nasional baluran. di dekat pintu masuk terdapat kolam alami berwarna biru, banyak anak anak kecil mandi dan berenang, karena terlalu ramai kami memutuskan menuju emerald pool yang berada di tengah hutan saja. di dekat kolam tadi ada dua papan petunjuk menuju emerald pool, jika kami memilih berjalan lurus, jarak yang bisa ditempuh adalah 800 meter, jika memilih jalan kekiri jaraknya 1,4km. Lumayan juga ya, tapi jangan bayangin capeknya jalan, kalo kamu pecinta suasana alam dijamin gak bakal mati bosan kok jalan jauh, karna sepanjang jalan ada aja burung burung yang berkicau, dan meski ini tempat selalu ramai pengunjung hampir tidak ada sampah kok.

Karena waktu sudah pukul 14.00 saat masuk, kami memutuskan lewat jalan lurus saja. dan ternyata itu adalah pilihan yang tepat, karena 800 meter itu adalah jarak menuju emerald pool sedangkan menuju blue pool masih sekitar 600  meter dari emerald pool, apalagi letak blue pool lebih ketengah hutan jadi jika gelap sudah dipastikan warna birunya tidak terlihat cantik lagi:)

Sesampai di emerald pool kami sudah dilanda dehidrasi, maklum tadi terlalu lama berendam, perbekalan minum menipis plus gak kebayang jalannya jauh ke hutan, meski suasana hutan sejuk tapi jika cuaca sangat panas plis jangan lupakan minum air putih :) beruntung di dekat emerald pool terdapat penjual minuman dingin, kalo engga, dipastikan saya nekat minum air kolam emerald pool (daripada dehidrasi akut):)  Gak sopannya karena kendala bahasa, penjual minuman tau kami adalah turis asing dan alhasil kami kena harga dua kali lipat daripada harga jual untuk orang lokal :( ihh jahatt, tau gitu waktu beli gak pake basa basi dulu :(

Mendapati emerald pool lebih mirip kubangan es cendol di tengah hutan (karena kebanyakan orang nyemplung sampe gak ada space buat berenang), travelmate saya merasa kecewa. "jauh jauh kemari masuk hutan mw berenang aja susah" keluhnya. "sabar, yuk kita jalan lagi nyari blue pool " hibur saya. Maklum lah kami salah prediksi, harusnya masuk ke tempat wisata janganlah pada hari sabtu atau minggu dipastikan kamu kecewa karena over pengunjung.

Jalan menuju Blue Pool, pepohonannya sudah berbeda. lebih asri dan menyenangkan buat foto narsis. Jalanannya juga dibeton, mirip jembatan. kok tidak alami ya? ternyata mengapa jalannya dibikin semacam jembatan beton, karena sepanjang perjalanan, jalan yang kami lalui lebih mirip menanjak dan sepanjang jalan air mengalir di tanah, dan meninggalkan bekas mirip tanah dan batu yang dilalui air yang mengandung belerang / senyawa tertentu. ooh, jadi maksudnya jalanan nya dibikin jembatan beton supaya, keaslian air dan tanah tetap terjaga. Dari beberapa tulisan bloger yang saya baca, ada beberapa bloger yang kemari disaat musim penghujan, shingga kawasan ini dilanda banjir, dengan membuat jalanan jembatan beton, dipastikan pengunjung masih safety jalan di kawasan ini

Di tengah jalan  menuju blue pool kami menemukan ascetic pool, kecil sih kolamnya, dan dilarang mandi. dekat ascetic terdapat semacam kuil kecil. mw foto di dekat ascetic pool juga sedikit susah karena "melawan" matahari.

Setelah melewati ascetic pool rupanya pepohonan lebih "rapat" benar2 suasana hutan dengan pepohonan besar, beberapa pohon tumbang juga dibiarkan saja, hanya dipinggirkan supaya tidak menggangu jalan pengunjung. Dan Menuju Blue Pool ini mayoritas pengunjung yang kami temui adalah turis asing, hampir tidak ada warga lokal. dan olala... blue pool nya sangat indah, biru sekali. makin di tengah airnya makin membiru, padahal pinggirannya tanah liat alias tanah lempung. Terdapat tulisan dilarang mandi:) yup, mungkin demi keselamatan pengunjung juga, ini ditengah hutan dengan tanah lempung pula, beda dengan emerald pool tadi meski airnya semeteran tapi bebatuannya alami dan safety.

jika Krabi Thailand memiliki Blue Pool alias Sa Morakot, Indonesia juga memiliki danau berwarna biru, yakni  danau kaco di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan situs warisan UNESCO. Tidak bermaksud membandingkan tetapi kedua danau ini sama sama berwarna biru cantik.


Seusai proses dokumentasi, kami balik lagi menuju emerald pool, tak sabar ingin nyebur. tak apalah jika tak bisa puas berenang setidaknya main main air sebentar.

Rupanya ada "seluncuran alami" di emerald Pool, karena alaminya tak semua orang bisa menggunakan, hanya bocah bocah kecil saja yang bisa. seluncuran ini sebenarnya lebih mirip semacam "got aliran air" menuju emerald pool, karena kemiringannya skitar 30 hingga 40 derajat maka bisa dimanfaatkan menjadi seluncuran. travelmate saya tertarik mencoba meluncur tetapi karena diameter seluncuran dengan tubuhnya lebih besar tubuhnya maka dia tidak sukses meluncur :) Kali ini kami lebih leluasa untuk berenang karena pengunjung sedikit berkurang, namun karena travelmate dilanda kelaparan maka kami bergegas balik, menuju pintu keluar (Baru nyadar juga kalo belum makan siang, cuma minum di susu dan es krim aja tadi siang)

Di pintu keluar kami langsung mencoba beraneka makanan yang dijual, kami pilih penjual yang berkerudung pastinya. sate telor (satu tusuk terdiri dari 3 telor lengkap dengan kulit, rupanya putih dan kuning telur telah tercampur dan beri bumbu, enak sih, tapi karena kendala bahasa kami tak tau ini namanya apa); sate ayam (rasanya beda dengan sate ayam di indonesia, lebih berbumbu dengan daging tebal); sosis bakar (mirip dengan sosis bernardi ternyata rasanya), dan es goyang ( es nya asin, mirip dengan es di pasar chatucak sih). Seusai icip icip tadi, perut langsung kenyang padahal kami belum makan nasi.

menuju tempat parkir motor, hanya tersisa motor kami seorang. wah jangan jangan ini udah hampir malam, melirik jam sudah pukul 17.00

Langsung deh gas pool menuju krabi, takut kemalaman maklumlah si travelmate bermata minus dan dia kekeuh tidak mau digantiin nyetir. setelah dekat utarakit kami memutuskan berhenti di gasoline station, mengisi bensin sekaligus numpang ke toilet.

Sekitar Pukul 19.00 kami sudh berada di krabi town, hiks padahala kalo sampenya gak sampe magrib mau mampir ke wat khowaran, ya sudahlah terpaksa diskip dah. kemudian menuju tujuan terakhir Night market.

Night Market di krabi town ini hanya diadakan pada sabtu dan minggu saja. terdapat banyak penjual suvenir, makanan hingga terdapat panggung hiburan. Night market terletak di maharat soi, di area dekat plaza. cukup bertanya kepada warga lokal, mereka akan dengan senang hati menunjukkan arahnya.
Setelah memilih makan sepiring berdua di stand halal (makan sepiring berdua karena porsi makanan di thailand adalah porsi besar), saya dan travelmate memutuskan berpencar dan pukul 21.00 berjumpa lagi diparkiran motor.

Beruntung meski ini night market, tidak ada perbedaan harga antara pembeli lokal dan turis asing. ada beberapa stand yang menawarkan harga pas, meski beberapa penjual masih mau ditawar harga. Masih terdapat penjual non halal, saya awlnya tertarik dengan sate berbumbu sepertinya enak, namun kembali lagi jika penjualnya tidak berkerudung lebih baik mencari stand lain. Krabi town masih terdapat penduduk muslim, dan muslim disini menggenakan kerudung atau kupluk penutup kepala, tak jarang saya menjumpai perempuan krabi berkerudung tapi memakai baju lengan pendek. yup, kerudung sebagai "simbol"jika dia muslim.

Jika ingin mencari oleh2 kaos bertuliskan krabi atau railay beach atau phi phi sangat cocok jika kamu berbelanja di night market. banyak variasi tulisan plus ketebalan kaos yang berbeda beda. Melihat lihat kaos, tiba tiba gerimis menitik. para penjual yang memiliki stand terbuka langsung membereskan dagangan. awalnya saya ikut panik, kawatir hujan deras, ternyata hanya gerimis sesaat. namun demi amannya saya beralih berjalan menuju stand yang "tertutup".

Tak terasa waktu sudah pukul 21.00 saatnya balik ke hostel, rupanya si travelmate sudah nangkring diatas motor, so lets go back to hostel.

Seusai mengembalikan motor, petugas mengecek isi bensinnya, setelah dia memastikan tetap full seperti saat kami meminjam tadi pagi, paspor saya pun dikembalikan.

Selepas mandi, saya mencoba memanfaatkan mesin cuci yang ada di lantai dua pak up hostel. terdapat 3 mesin cuci dan pengoperasiannya hanya menggunakan empat koin 10 bath. maksimal pencucian untuk 6,5kg baju. mesin akan otomatis mencuci setelah koin keempat dimasukkan. Area Jemur pun terdapat di sebelah mesin cuci. malam hari dipastikan area jemur penuh dengan baju baju para tamu hostel, maklum mayoritas yang menginap disini pastilah melakukan backpacking lebih dari 30 hari (kecuali kami) sehingga banyak sekali cucian :)

seusai menjemur baju saya  langsung beristirahat, persiapan untuk trip laut esok hari.


Pengeluaran Hari Ke Tiga  :

Sewa motor = 150 bath
sarapan       = 69 bath
bear brand sevel =  20,2 bath
eskrim               =  20 bath
tiket masuk hot spring =  90 bath
parkir di hot spring =  5bath
tiket masuk emerald pool, dkk =  200 bath
minuman diemerald pool =  20
sate ayam =  10 bath
sosis barberque =  10 bath
es potong =  5 bath
makan malam =  50 bath
semangka potong =  20 bath
mangga potong =  20 bath
magnet kulkas @20 bath=  40 bath
sate kulit =  20 bath
laundry baju = 40 bath

total pengeluaran = 789,2 bath

dalam rupiah : 1 bath = IDR 410
= 789,2 bath x IDR 410
= IDR 323,572

0 komentar:

Posting Komentar

 
shelina © 2011 | Designed by Ibu Hamil, in collaboration with Uncharted 3 News, MW3 Clans and Black Ops