Sambang ke kota kelahiran Bapak, bermaksud menghabiskan waktu bersama keluarga, mau ke pantai popoh atau sine kita sudah pernah. kemana lagi ya enaknya yang belum pernah.
Bude pun mengusulkan, "ke Agro Blimbing saja, cuaca panas terik begini enak maen kesana. Cari saja Agro Blimbing milik Pak Mulyono"
Wah, boleh juga usulnya, tempatnya juga ga jauh dari pusat kota Tulungagung. Tepatnya di Dusun Cluwok, Desa Bono, Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu. Ada Banyak Petani Belimbing didesa ini, cuman yang terkenal kebun Blimbingnya Pak Mulyono.
Untuk menuju ke lokasi sangat mudah. dari kota Tulungagung menuju ke barat, sekitar 700 m, sampai di Jembatan Lembu Peteng belok kiri menuju lokasi sekitar 3 km arah selatan.
Sesuai usul Bude, kami langsung menuju Kebun Blimbing Pak Mulyono. Rupanya sebelah kiri dan kanan Pak Mulyono juga terdapat kebun kebun blimbing milik petani lain, hanya saja kebun milik Pak Mulyono ditambah fasilitas rest area dan Dapur kuliner.
Sebelum masuk ke kebun, para pengunjung akan melewati rest area, dapur kuliner plus buah tangan khas tulungagung. Ibu mengajak berkeliling kebun dahulu, sebelum berkuliner. Blimbing yang di tanam disini adalah jenis bangkok merah. Blimbing akan dibungkus plastik bening sejak dia "kecil" dan jumlah buah pada pohon juga dibatasi sehingga pada saat masa panen menghasilkan blimbing berkualitas bagus dan manis berwarna kemerahan. diberi plastik dimasudkan untuk menghindari lalat buah dan meminimalisir penggunaan peptisida semprot pada buah. Satu blimbing berwarna merah yang siap panen bisa kita petik dengan harga IDR 2,000 per buah.
Sayang kami kurang beruntung, rupanya buah blimbing masih kecil kecil dan masa panen masih dua bulan lagi :(
Ya sudah berkuliner sajalah. melirik daftar menu, semuanya menu standart kecuali satu bakso blimbing untuk minumnya saya pilih jus blimbing. Bapak dan Ibu kurang tertarik berkuliner, hanya saya dan adik yang memesan.
setelah hidangan datang, ops ternyata bukan bakso yang terbuat dari buah blimbing, namun seporsi bakso dengan ditemani irisan blimbing, untuk jus murni 100% buah tanpa gula, manis alami blimbing. Hanya sayang mungkin karna blimbing lagi gak musim panen, jadinya blimbing yang saya minum bukan blimbing segar yang langsung petik pohon.
masuk ke kebun tidak bayar kok, kami sekeluarga hanya membayar kuliner kami selama disini.
Untuk mengobati kekecewaan tidak bisa petik blimbing masak langsung dari pohon maka kami berjalan jalan ke kebun di sebelah kebun Pak Mulyono, ternyata di kebun kebun sebelah sedang panen blimbing, plus icip gratis untuk mengetes kemanisan blimbing. Satu kilo berisi antara 4 - 5 blimbing dihargai IDR 8,000. Murah bingo yak
Meski blimbing berasa manis, ingat jangan terlalu berlebihan menikmatinya, awas darah rendah :)
Perkiraan Pengeluaran :
Dua porsi bakso blimbing : IDR 8,000
Dua gelas jus blimbing : IDR 6,000
3 Kg blimbing segar : IDR 32,000
Parkir : IDR 0
Total Pengeluaran : IDR 46,000
Hari Ke 5 : Bye bye Krabi - Putrajaya
Diposting oleh
nona shelina
Tidur yang terasa singkat, karena semalam sebelum tidur saya packing terlebih dahulu, hanya membawa yang penting saja, sementara banyak barang yang saya buang, semisal tisue, shampo sachet dan deterjen cair sachet dsb.
hampir tengah malam baru selesai packing dan pukul 03.30 saya sudah terjaga tidak bisa tidur lagi kawatir jika terlalu lelap tidur malah kebablasan tidur hingga siang.
Seusai mandi, saya membangunkan travelmate pukul 04.00 dan kami segera bergegas untuk check out. maklum namanya kecapekan dan setengah nyawa barulah pukul 04.30 kami benar benar check out hostel. petugas segera mengembalikan deposit saya senilai 100 bath (uang jaminan kunci kamar).
Rupanya 04.30 itu masih pagi buta di krabi, tidak ada kendaraan umum yang melaju yang dapat kami tumpangi, celingak celinguk kebinggunan, ada ibu ibu naek motor yang menghampiri kami, rupanya dia bisa bercakap bahasa ingris dan menerangkan bahwa kami terlalu pagi mencari kendaraan umum, kendaraan umum baru beroperasi pada pukul 06.00 sebelum itu yang ada hanyalah ojek motor dan harganya lebih mahal.
Ibu ibu itu tadi membonceng kami bergiliran menuju pasar pagi terdekat, tempat kami bisa dengan mudah mencari ojek. Sebelum naek ojek kami mencoba menjelajah pasar, rupanya ini adalah pasar tradisional pagi di krabi town. beberapa menjual makanan halal ada pula non halal, uniknya cemilan alias jajanan tradisonal disini mirip diindonesia, ada klepon, lepet dsb.
seusai membeli cemilan, kami menuju ojek yang menanti. Rupanya kami memang terlalu pagi, ojek pun meminta ongkos yang fantastis 150 bath per orang, duh, kalo 150 bath per orang tau gitu pesan minivan ke bandara dari hostel aja dapat harga segitu. tapi karena tidak ada pilihan mati matian menawar turunnya hanya 125 bath seorang, ya sudahlah tak apa.
Pukul 05.20 kami sudah tiba di bandara krabi. masih gelap, kami berjumpa turis india saat berfoto di dekat tulisan airport krabi. Turis tadi juga sama tujuan dengan kami ke kuala lumpur.
Karena masih pagi pintu gate masih tutup, baru buka pukul 06.00 oke deh sholat subuh dululah, dan prayer room terletak dilantai dua. ternyata di lantai dua ada juga penumpang yang rela tidur dibandara, mungkin takut tertinggal pesawat :) di prayer room kami bertemu muslimah asal malaysia, rupanya dia bermalam juga di bandara karena takut tertinggal pesawat. sebelumya dia menginap di ao nang. memang jarak ao nang ke bandara lebih jauh daripada jarak krabi town ke bandara.
Pukul 06.30 kami check in dan masuk ke gate, karena hanya satu gate sementara flight lebih dari satu, maka antrian cukup panjang pula. lumayan juga antri proses imigrasi. Ruang tunggunya juga kecil, terdapat banyak wifi disini namun semua dikunci password, para penjual makanan dan minuman di ruang tunggu mewajibkan membayar harga tertentu untuk membuka kunci password.
menunggu hampir 30 menit, giliran kami naik pesawat duh, tak sabar pingin rebahan dan tidur selama penerbangan. karena tadi check in bareng maka saya dan travelmate mendapat duduk sebelahan didekat jendela. eh lagi pules pulesnya tidur, nama saya dipanggil cukup keras oleh mas mas pramugara. ternyata dia mengantarkan makanan pesanan saya (pree boked), roti canai dan kari kentang. oke deh, sarapan dulu. sebelum melanjutkan tidur lagi.
Perbedaan waktu antara thailand dan Malaysia membuat perjalanan kami terasa panjang, padahal waktu tempuh hanya sekitar 60 menit namun kami sampai di KLIA 2 pada pukul 10.00 waktu setempat.
Sampai di KLIA 2 saya langsung mengaktifkan sim card malaysia yang sudah saya beli sebelum pergi ke hat yai kemarin, hendak menelpon kak Nazibah, kawan yang akan mengantar berkeliling di putrajaya
Travelmate saya rupanya lebih tertarik tidur di KLIA 2 daripada berkeliling putrajaya, dan nanti kami langsung berjumpa di gate. saya bergegas menuju loket KLIA transit yang berada di dalam bandara KLIA 2. kereta ekspress KLIA ada dua macam, KLIA transit dan KLIA ekspress. KLIA transit berhenti dibeberapa station antara KLIA 2 dan KL Sentral sementara KLIA ekspress langsung melaju antara KLIA 2 hingga KL Sentral tanpa berhenti. Karena tujuan saya Putrajaya maka saya naik KLIA transit.Saya memilih berjalan jalan diputrajaya sambil menanti penerbangan kuala lumpur Surabaya pada pukul 19.00 waktu setempat. sementara penerbangan dari krabi menuju kuala lumpur sampai di klia 2 pada pukul 10.00, menanti waktu 7 jam saya putuskan ke putrajaya saja, karena dekat dengan KLIA 2 tak tahunya kak Nazibah bekerja di sekitar kawasan Putrajaya.
Perjalanan KLIA 2 menuju station putrajaya memakan waktu sekitar 15 menit. kak naziba mengirim sms, mengabarkan jika nanti saya mengambil belok kiri saat keluar dari station.
Kak Nazibah masih sama seperti yang saya temui desember tahun kemarin. Desember Tahun kemarin Kak Nazibah berkunjung ke Batu, Malang bersama kawan kawannya di Universiti Putra Malaysia. Empat gadis berkerudung, awalnya sepupu saya berjanji menemani kawan kawannya ini berjalan jalan selama di indonesia, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan sayalah yang dimintai tolong menemani jalan. Kesan pertama mereka ramah, hanya bahasa cakap mereka yang susah dipahami. lebih paham bercakap bahasa ingris daripada menggunakan bahasa indonesia. baru ngeh juga kalo bahasa melayu jauh beda dengan bahasa indonesia, hanya kak nazibah yang percakapnnya lebih mudah saya pahami waktu itu. Sebagai balas budi kali ini kak Nazibah yang mengantar saya menemani berjalan jalan di putrajaya. Pikiran saya sih simple waktu itu, Kak Nazibah bekerja di sekitar Putrajaya, tak taunya demi mengantar saya dia mengambil cuti, tidak masuk kerja. ihh baiknya :)
Awalnya saya mengira Kak Nazibah mengantar berkeliling dengan bus nadi putra, tak taunya saya diajak pusing pusing menggunakan kereta (= baca : keliling menggunakan mobil).
Sebelum berkeliling kak Nazibah mengajak makan terlebih dahulu, "mau makan apa?'". oke deh kesempatan tanya, "saya mau mencoba nasi yang berwarna biru kak, pernah lihat di padang jawa".
"oh,nasi kerabu itu, memang berwarna biru karena ada daun khusus yang dipakai memasak berwarna biru' jelasnya
oke deh mencoba mencicip nasi kerabu, ternyata porsinya besar. padahal aslinya masih kenyang roti canai dan kari kentang di pesawat tadi. huff, kenyang kenyang dah ini.
selesai makan kami berkeliling di kawasan putrajaya, berpusing pusing ria, melihat masjid dan bangunan bangunan keren di putrajaya, sebelumnya saya sudah pernah berkeliling putrajaya dengan menggunakan tur air alias cruise tasik putrajaya. melihat lihat view putrajaya memang lebih menarik menggunkan cruise tasik, konon lebih indah lagi cruise tasik di malam hari saat lampu lampu terpancar di area putrajaya.
Puas berkeliling, saya meminta diantar ke pink mosque putrajaya,awalnya kami bercengkrama di tepi danau sambil menikmati es krim, benar benar terik sekali cuaca. jangan jangan nih mau hujan pikir saya. selesai menghabiskan es krim, kami masuk ke area masjid. masuk area masjid nih kami dipinjami jubah merah, mirip jubah harry potter, berfoto foto dengan view masjid dengan memakai jubah,
karena sudah masa sholat dhuhur kak nazibah mengajak sholat.
kami turun ke bawah mengambil wudhu dan menuju ruang sholat menggunakan lift. seusai sholat, saya didera rasa kantuk tak tertahankan. hiks, masa mw tiduran disini ya, akhirnya dipaksa paksain membuka mata lebar lebar dan melangkahkan kaki kebawah. Tepat disaat kami melihat area suvenir, hujan pun turun dengan lebatnya. wow pantas tadi sangat panas, rupanya akan turun hujan.
menanti hujan yang tak kunjung reda kak nazibah mengajak nekat kembali ke mobil dan berkeliling lagi.
menerjang hujan radius 100 meter kami menuju parkiran mobil. tak lama hujan pun reda, tepat didekat hotel yang berada didekat area bermain air, "nah itu bangunan mirip di dubai kak" tunjuk saya, benar juga ada dua pasang calon pengantin melakukan sesi foto prewedding. area disitu keceh badai sayang bangunan menara di dekatnya tutup jadi kami tidak bisa naik keatas menikmati suasana.
Pengeluaran hari ke lima :
Ojek ke bandara = 125 bath
tiket krabi - KL = IDR 450,000
KLIA transit pp = 12,4 ringgit
es krim nestle = 4 ringgit
Pesan makanan pre Boked : IDR 35,000
Bis Surabaya -malang = IDR 15,000
Total pengeluaran dalam rupiah : 1 bath = IDR 410, 1 ringgit = IDR 3,650
bath = 125 x IDR 410
= 51,250
ringgit = 16.4 x IDR 3.650
= 59,860
Rupiah = 450,000 + 15,000 + 35,000
= 500,000
total = IDR 51,250 + IDR 59,860 + IDR 500,000
hampir tengah malam baru selesai packing dan pukul 03.30 saya sudah terjaga tidak bisa tidur lagi kawatir jika terlalu lelap tidur malah kebablasan tidur hingga siang.
Seusai mandi, saya membangunkan travelmate pukul 04.00 dan kami segera bergegas untuk check out. maklum namanya kecapekan dan setengah nyawa barulah pukul 04.30 kami benar benar check out hostel. petugas segera mengembalikan deposit saya senilai 100 bath (uang jaminan kunci kamar).
Rupanya 04.30 itu masih pagi buta di krabi, tidak ada kendaraan umum yang melaju yang dapat kami tumpangi, celingak celinguk kebinggunan, ada ibu ibu naek motor yang menghampiri kami, rupanya dia bisa bercakap bahasa ingris dan menerangkan bahwa kami terlalu pagi mencari kendaraan umum, kendaraan umum baru beroperasi pada pukul 06.00 sebelum itu yang ada hanyalah ojek motor dan harganya lebih mahal.
Ibu ibu itu tadi membonceng kami bergiliran menuju pasar pagi terdekat, tempat kami bisa dengan mudah mencari ojek. Sebelum naek ojek kami mencoba menjelajah pasar, rupanya ini adalah pasar tradisional pagi di krabi town. beberapa menjual makanan halal ada pula non halal, uniknya cemilan alias jajanan tradisonal disini mirip diindonesia, ada klepon, lepet dsb.
seusai membeli cemilan, kami menuju ojek yang menanti. Rupanya kami memang terlalu pagi, ojek pun meminta ongkos yang fantastis 150 bath per orang, duh, kalo 150 bath per orang tau gitu pesan minivan ke bandara dari hostel aja dapat harga segitu. tapi karena tidak ada pilihan mati matian menawar turunnya hanya 125 bath seorang, ya sudahlah tak apa.
Pukul 05.20 kami sudah tiba di bandara krabi. masih gelap, kami berjumpa turis india saat berfoto di dekat tulisan airport krabi. Turis tadi juga sama tujuan dengan kami ke kuala lumpur.
Karena masih pagi pintu gate masih tutup, baru buka pukul 06.00 oke deh sholat subuh dululah, dan prayer room terletak dilantai dua. ternyata di lantai dua ada juga penumpang yang rela tidur dibandara, mungkin takut tertinggal pesawat :) di prayer room kami bertemu muslimah asal malaysia, rupanya dia bermalam juga di bandara karena takut tertinggal pesawat. sebelumya dia menginap di ao nang. memang jarak ao nang ke bandara lebih jauh daripada jarak krabi town ke bandara.
Pukul 06.30 kami check in dan masuk ke gate, karena hanya satu gate sementara flight lebih dari satu, maka antrian cukup panjang pula. lumayan juga antri proses imigrasi. Ruang tunggunya juga kecil, terdapat banyak wifi disini namun semua dikunci password, para penjual makanan dan minuman di ruang tunggu mewajibkan membayar harga tertentu untuk membuka kunci password.
menunggu hampir 30 menit, giliran kami naik pesawat duh, tak sabar pingin rebahan dan tidur selama penerbangan. karena tadi check in bareng maka saya dan travelmate mendapat duduk sebelahan didekat jendela. eh lagi pules pulesnya tidur, nama saya dipanggil cukup keras oleh mas mas pramugara. ternyata dia mengantarkan makanan pesanan saya (pree boked), roti canai dan kari kentang. oke deh, sarapan dulu. sebelum melanjutkan tidur lagi.
Perbedaan waktu antara thailand dan Malaysia membuat perjalanan kami terasa panjang, padahal waktu tempuh hanya sekitar 60 menit namun kami sampai di KLIA 2 pada pukul 10.00 waktu setempat.
Sampai di KLIA 2 saya langsung mengaktifkan sim card malaysia yang sudah saya beli sebelum pergi ke hat yai kemarin, hendak menelpon kak Nazibah, kawan yang akan mengantar berkeliling di putrajaya
Travelmate saya rupanya lebih tertarik tidur di KLIA 2 daripada berkeliling putrajaya, dan nanti kami langsung berjumpa di gate. saya bergegas menuju loket KLIA transit yang berada di dalam bandara KLIA 2. kereta ekspress KLIA ada dua macam, KLIA transit dan KLIA ekspress. KLIA transit berhenti dibeberapa station antara KLIA 2 dan KL Sentral sementara KLIA ekspress langsung melaju antara KLIA 2 hingga KL Sentral tanpa berhenti. Karena tujuan saya Putrajaya maka saya naik KLIA transit.Saya memilih berjalan jalan diputrajaya sambil menanti penerbangan kuala lumpur Surabaya pada pukul 19.00 waktu setempat. sementara penerbangan dari krabi menuju kuala lumpur sampai di klia 2 pada pukul 10.00, menanti waktu 7 jam saya putuskan ke putrajaya saja, karena dekat dengan KLIA 2 tak tahunya kak Nazibah bekerja di sekitar kawasan Putrajaya.
Perjalanan KLIA 2 menuju station putrajaya memakan waktu sekitar 15 menit. kak naziba mengirim sms, mengabarkan jika nanti saya mengambil belok kiri saat keluar dari station.
Kak Nazibah masih sama seperti yang saya temui desember tahun kemarin. Desember Tahun kemarin Kak Nazibah berkunjung ke Batu, Malang bersama kawan kawannya di Universiti Putra Malaysia. Empat gadis berkerudung, awalnya sepupu saya berjanji menemani kawan kawannya ini berjalan jalan selama di indonesia, namun karena kondisi yang tidak memungkinkan sayalah yang dimintai tolong menemani jalan. Kesan pertama mereka ramah, hanya bahasa cakap mereka yang susah dipahami. lebih paham bercakap bahasa ingris daripada menggunakan bahasa indonesia. baru ngeh juga kalo bahasa melayu jauh beda dengan bahasa indonesia, hanya kak nazibah yang percakapnnya lebih mudah saya pahami waktu itu. Sebagai balas budi kali ini kak Nazibah yang mengantar saya menemani berjalan jalan di putrajaya. Pikiran saya sih simple waktu itu, Kak Nazibah bekerja di sekitar Putrajaya, tak taunya demi mengantar saya dia mengambil cuti, tidak masuk kerja. ihh baiknya :)
Awalnya saya mengira Kak Nazibah mengantar berkeliling dengan bus nadi putra, tak taunya saya diajak pusing pusing menggunakan kereta (= baca : keliling menggunakan mobil).
Sebelum berkeliling kak Nazibah mengajak makan terlebih dahulu, "mau makan apa?'". oke deh kesempatan tanya, "saya mau mencoba nasi yang berwarna biru kak, pernah lihat di padang jawa".
"oh,nasi kerabu itu, memang berwarna biru karena ada daun khusus yang dipakai memasak berwarna biru' jelasnya
oke deh mencoba mencicip nasi kerabu, ternyata porsinya besar. padahal aslinya masih kenyang roti canai dan kari kentang di pesawat tadi. huff, kenyang kenyang dah ini.
selesai makan kami berkeliling di kawasan putrajaya, berpusing pusing ria, melihat masjid dan bangunan bangunan keren di putrajaya, sebelumnya saya sudah pernah berkeliling putrajaya dengan menggunakan tur air alias cruise tasik putrajaya. melihat lihat view putrajaya memang lebih menarik menggunkan cruise tasik, konon lebih indah lagi cruise tasik di malam hari saat lampu lampu terpancar di area putrajaya.
Puas berkeliling, saya meminta diantar ke pink mosque putrajaya,awalnya kami bercengkrama di tepi danau sambil menikmati es krim, benar benar terik sekali cuaca. jangan jangan nih mau hujan pikir saya. selesai menghabiskan es krim, kami masuk ke area masjid. masuk area masjid nih kami dipinjami jubah merah, mirip jubah harry potter, berfoto foto dengan view masjid dengan memakai jubah,
karena sudah masa sholat dhuhur kak nazibah mengajak sholat.
kami turun ke bawah mengambil wudhu dan menuju ruang sholat menggunakan lift. seusai sholat, saya didera rasa kantuk tak tertahankan. hiks, masa mw tiduran disini ya, akhirnya dipaksa paksain membuka mata lebar lebar dan melangkahkan kaki kebawah. Tepat disaat kami melihat area suvenir, hujan pun turun dengan lebatnya. wow pantas tadi sangat panas, rupanya akan turun hujan.
menanti hujan yang tak kunjung reda kak nazibah mengajak nekat kembali ke mobil dan berkeliling lagi.
menerjang hujan radius 100 meter kami menuju parkiran mobil. tak lama hujan pun reda, tepat didekat hotel yang berada didekat area bermain air, "nah itu bangunan mirip di dubai kak" tunjuk saya, benar juga ada dua pasang calon pengantin melakukan sesi foto prewedding. area disitu keceh badai sayang bangunan menara di dekatnya tutup jadi kami tidak bisa naik keatas menikmati suasana.
Melirik arloji, wah sudah pukul tiga mesti bersiap ke KLIA 2 nih pikir saya, duh rasanya singkat sekali bermain disini. Kak Nazibah pun mengajak berfoto di tempat lain yang lebih keren, dan pasangan foto preweding tadi juga berpindah sesi disini. lama juga menikmai suasana disini, tak jauh kami melihat tenda tenda dipasang berjejer, "itu pasar tani, hari ini giliran mereka beretmpat di putrajaya" ucap kak nazibah
melirik ke arloji, duh sudah pukul 16.00, harus nya ini sudah di gate KLIA 2, "sebentar saja ya kak" jawab saya. "iya , jauh jauh kemari sayang jika tidak tengok, sebentar saja" hibur kak nazibah.
Pasar Tani yang saya lihat ini mirip dengan Pasar Tani Padang Jawa yang saya temui Januari kemarin, hanya saja penjualnya lebih bervariatif. makanan dan minuman disini juga bersaing, aada pula stand basah untuk penjual daging dan stand penjual sayuran. Kak Nazibah lagi lagi mentraktir nasi kukus, es mata kuching dan gorengan cendawan. hiks banyaknya nih nanti siapa yang makan, perut masih penuh dan yang pasti masuk gate harus bersih dari makanan beginian. "nanti dinikmati bersama kawan yang menunggu di bandara, kasian dia belum makan" ucap kak nazibah. duh baiknya kakak ini, pasti bahagia nanti yang jadi suaminya :)
Pukul 16.30 kak nazibah mengantar hingga station putrajaya, sebelum turun dari mobil, dia memberikan suvenir berupa kaos universiti putra malaysia, wah lumce, dapat suvenir gretong. Setelah bercipika cipiki, saya pun naik KLIA transit lagi menuju KLIA 2.
Pukul 16.55 saya tiba di KLIA 2 dan setengah berlari menuju Gate keberangkatan, wah padahal mw lihat lihat eyeliner di konter kosmetik tapi pastinya gak bakal enjoy nih, ya sudahlah next time aja belanja kosmetiknya.
Setelah self check in, saya segera berusaha menghabiskan makanan yang diberikan kak nazibah tadi, duh, travelmate nih dimana yah, gada yang bantuin makan :( setengah bersusah payah habis juga semua makanan tadi, Pukul 17.15 saya masuk ke gate, pengalaman yang sudah sudah , jarak tempuh menuju
ruang tunggu kurang lebih 30-45 menit. ternyata sebelum pukul 18.00 saya sudah sampai di ruang tunggu, wah masih sempat sholat magrib juga.
Dan travelmate saya tak tampak batang hidungnya, duh jangan jangan nih anak tersesat. pukul 19.30 si travelmate masuk ke ruang tunggu bersama kakak berkerudung. Rupanya mereka menanti saya di Gate dan saya mengira travelmate menanti di ruang tunggu, :)
Beruntung duduk kami di pesawat bersebelahan, dan selama penerbangan kami berpuas diri tidur dengan nyaman hingga tak terasa kami sudah sampai di juanda.
Pengeluaran hari ke lima :
Ojek ke bandara = 125 bath
tiket krabi - KL = IDR 450,000
KLIA transit pp = 12,4 ringgit
es krim nestle = 4 ringgit
Pesan makanan pre Boked : IDR 35,000
Bis Surabaya -malang = IDR 15,000
Total pengeluaran dalam rupiah : 1 bath = IDR 410, 1 ringgit = IDR 3,650
bath = 125 x IDR 410
= 51,250
ringgit = 16.4 x IDR 3.650
= 59,860
Rupiah = 450,000 + 15,000 + 35,000
= 500,000
total = IDR 51,250 + IDR 59,860 + IDR 500,000
= IDR 611,110
Hari ke 4 : Paket Tour Phi Phi Island - Night Market Chao Fa Pier
Diposting oleh
nona shelina
Terbangun pada pukul 05.00 , seusai mandi dan sholat subuh saya berjalan jalan di sekitar hostel, hendak mencari info bus menuju bandara. menurut info dari berbagai bloger, shuttle bus di krabi town menuju bandara internasional krabi terletak di chao fa road. ternyata letaknya hanya sekitar 200 meter dari pak up hostel. hanya sangat disayangkan bus pertama berangkat pukul 07.00 hiks. wah padahal penerbangan kami pukul 07.45 waktu setempat. masih sempat sih jika kami naik bus jam 07.00 karena perkiraan jarak 15 km bisa ditempuh 20 menit dengan bus, namun travelmate saya tidak mau naek bus antisipasi jika terjadi force majeur di perjalanan yang berakibat kami tertinggal penerbangan, "besok kita check out jam4 aja ya trus ke bandara"ujarnya.
seusai mencari info bus bandara, kami berjalan jalan di pasar di maharat soi 10 mencari sarapan. rupanya kami kesiangan karena hanya ada dua penjual saja dipasar. penjual nasi ayam dan penjual ayam goreng. lebih murah membeli sarapan di pasar daripada beli di kedai ruko, hanya minus minuman dingin saja kok :) membeli makan kemudian membeli minuman di seven eleven terdekat dan berjalan lagi ke hostel tidak terasa sudah hampir pukul 08.00. wuih belum prepare buat packing buat tur hari ini. secepat kilat packing dalam kamar, sementara para bule bule itu masih pules tidur, duh nyenyaknya jadi pingin tidur lagi. hingga travelmate membuyarkan keinginan saya, "hei jemputan kita sudah datang!"
duh, ini masih jam delapan kurang semenit, ternyata sudah sepuluh menit lalu jemputan sudah tiba. on time plus disiplin bingit ya orang thailand nih. udah deh dandan plus sarapan di mobil aja. tau kalo kami bawa makanan, kami disuruh duduk dibelakang. jemputan kami mirip dengan angkutan umum kami di hat yai kemarin hanya saja ini lebih keren mobilnya. dengan cueknya kami sarapan (lagi lagi sebungkus berdua, maklum big porsi), mobil juga menjemput penumpang lain di chao fa pier, sepasang suami istri dan dua anak remaja . mereka senyum senyum saja liat kami makan. sedikit perjuangan makan di tengah kondisi mobil mengebut berusaha tidak meninggalkan sampah alias ceceran nasi di mobil, namun kalo ga nekat sarapan gini kawatir nanti masuk angin, kan mo maen air. Rupanya mobil melaju kencang karena mereka mengejar waktu untuk sampai di ao nang pukul 08.25, wuih on time yak :)
Di dalam kendaraan kami bercakap cakap dengan penumpang lain, rupanya mereka adalah warga krabi town yang hendak ikut tur ke phi phi bersama kami, bahasa ingris mereka juga terbatas. Ini adalah liburan keluarga bersama dan mereka baru (akan) pertama kali ke phi phi. hah !! serasa amazing, kami jauh jauh kesini dan mereka yang sudah lama tinggal disini malah baru pertama kali :)
turun di oa nang, kami melakukan registrasi, menulis di lembaran kertas absensi kehadiran dan lembar list peserta asuransi, tidak perlu diisi lengkap hanya menulis nama saja. petugas juga menawarkan soft water case untuk handphone kami, memudahkan menggunakan handphone untuk berfoto dibawah air. harganya cukuplah 200 bath saja (sekitar 82 ribu), tapi kami kurang tertarik membeli.
kemudian sea eagle tour, nama agen tour kami memberikan waktu bersantai di ao nang selama kurang lebih 30 menit. hiyaaa... tw gitu tadi sarapannya di mamah biak di ao nang saja. sutralah, endingnya kami berfoto ria menanti pukul 09.00
tepat pukul 09.00 seorang ibu ibu cantik meminta para peserta berkumpul, dia memperkenalkan diri sebagai ms mae, plus membagikan gelang karet berwarna pink kepada peserta dari sea eagle. melirik ke arah pinggir pantai rupanya para agen tour juga mengumpulkan para pesertanya sekaligus membagi gelang. dan jenis karet gelang para agen tour ini sama persis hanya warna nya saja yang berbeda. untuk peserta sea eagle pada hari itu terbagi menjadi dua rombongan. satu rombongan orang asia tenggara dan satu rombongan khusus turis non asia tenggara. Bisa ditebak saya dan travelmate masuk di rombongan orang asia tenggara, dengan peserta tour di rombongan saya mayoritas adalah orang thailand .
Ms Mae hanya meminta kami menghapalkan namanya dan mengingat nama kapal kami, rupanya hal ini bertujuan karena jadwal dan tujuan tur para agen travel di hari itu adalah sama persis. sama sama start pukul 09.00 dengan jadwal tujuan yang sama. keceh juga ya ide pemberian gelang dengan warna yang berbeda, supaya mudah mengingatkan jika ada peserta salah masuk kapal, maklum kembali kepada kendala bahasa :)
terlalu excited saya naik ke kapal duluan dan memilih duduk di ujung kapal, maksud hati ingin berfoto sejenak namun ternyata kami langsung disuruh duduk karena kapal akan segera berangkat menuju pulau bambu. heh!, travelmate saya berusaha mencari tempat duduk di dekat lambung kapal tapi duduknya sudah terlalu penuh bahkan ada yg berdiri, akhirnya terpaksa kami duduk di bagian depan, cukup nyaman sih tapi kami dapat bonus pancaran sinar matahari. Peserta yang duduk di bagian depan kapal ini hanya delapan orang, empat disisi kiri, empat dsisi kanan. Saya berada di ujung kiri depan dan travelmate di ujung kanan depan. Ms Mae membagikan pelampung kepada tiap peserta dan memastikan satu persatu peserta memakai dengan benar, dia juga mengatur cara duduk saya supaya saya nyaman, dan benar saja tak lama kapal ngebut dengan kecepatan penuh menuju pulau bambu.
Satu Jam Kami diombang ambing ombak, resiko duduk didepan adalah jika ombak sedikit tinggi maka kapal serasa melayang kemudian jatuh di air, berasa naik roller coaster, tapi ini sungguh berbeda. pemandaman laut andaman yang menawan, awan seputih kapas, birunya laut dan banyaknya batu batu besar yang menjulang besar menantang lautan. batu batu besar itu begitu unik, jadi teringat gambar atau foto pha nga bay alias james bond island, sebenarnya batu batu yang saya lihat ini sama kerennya dengan pha nga bay cuman mereka kalah populer saja dengan pha nga bay.
Sedihnya adalah melewati chiken island dan kapal tetap melaju kencang, duh berhenti bentar kenapa sih, foto sama si kepala ayam, mau nekat ngeluarin kamera tapi saya memikirkan safety, dinikmati aja wes, disimpan dalam hati.
Satu jam diombang ambing ombak, sukses membuat kulit sedikit menggelap. huft padahal udah pake banana boat lapis tiga tadi, sutralah yang penting tak sampai memerah karena gosong.Kapal berhenti di tujuan pertama, pulau bambu.
Dipulau bambu ini kami diberi kesempatan 30 menit untuk berenang atau bersantai, ya ya ya mirip mirip gili sundak nya lombok indonesia nih pulau. rupanya pulau bambu sempat dihajar oleh sunami terlihat dari bekas gazebo yang hancur oleh terjangan tsunami. bekas bangunan itu dibiarkan saja, hanya diberikan papan keterangan tentang kenapa dan bagaimana bangunan hancur. dijadikan semacam monumen pengingat betapa ganasnya tsunami kala itu. Tempat untuk para pengunjung berenang juga diberikan semacam tali batas, bahwa pengunjung boleh berenang tidak melewati batas tali. saya mencoba berenang, meski mirip kolam es cendol tetapi air lautnya tetap biru, pasirnya tetap putih, bahkan saya melihat ubur ubur dan ikan ikan kecil tak takut berenang didekat saya.
Sea Eagle menyediakan minuman botol dingin untuk para peserta, awalnya kami mengira satu peserta hanya mendapat satu botol air ternyata satu orang bisa lebih dari satu botol. Botol2 air itu tetap dingin karena mereka membawa boks penyimpanan
Pukul 09.30 perjalanan berlanjut menuju viking cave. dan ternyata cuma berhenti sebentaran , ini semacam tebing gua tempat walet beranak pinak. niyat juga nyari liur walet sampe ke goa goa ginih :)
Tidak lebih dari sepuluh menit kemudian rombongan melewati Ko phi phi ley,kapal kami melaju lambat, air lautnya sangat hijau muda menandakan air sedikit dangkal diantara tebing bebatuan dengan pepohonan hijau, travelmate gatal pingin nyebur, namun ternyata dikawasan ini dilarang berenang. banyak sekali kapal kapal yang berlalu lalang disini.merasa beruntung duduk di bagian depan serasa melihat langsung sampe puas keindahan ko phi phi ley :)
Kemudian kapal melaju cepat lagi sekitar kurang lebih 10 menit menuju Pulau Maya, Di sini Ms Mae memberikan kesempatan 50 menit untuk mengeksplore pulau. Lamanya
Lebih mirip teluk sih menurut saya karena pantainya di"lindungi" dua tebing batu. ternyata pasir pantainya mirip pasir pantai tanjung bira, di sulawesi. pasir sehalus tepung terigu, duh gatal pingin bawa pulang, namun kembali lagi pada moto lama traveler, "jangan meninggalkan apapun selain jejak, jangan mengambil apapun selain foto". oke jadi saya cukup puas memfoto kaki saya yang sudah gosong tesengat matahari diantara halusnya pasir pantai maya :)
Agak janggal juga, kenapa dikasih waktu sampe 50 menit ya, padahal ini pulau kecil, ga bisa berenang pula seperti di pulau bambu tadi. menengok ke papan petunjuk jalan, ternyata dibalik pantai ada jalan menuju koh sa may bay. waow.. ini baru asik !!, si travelmate diajakin jalan udah gmw, ternyata dia lebih tertarik ngantri foto di tulisan pulau maya di tepi pantai. okelah jalan sendiri aja, iseng iseng berhadiah. ternyata di tengah jalan terdapat tulisan "pulau maya" yang lebih sepi peminat foto tentunya. pasti nyesel tuh si travelmate kalo tau ada "papan tulisan " yang sepi:) Sekitar 100 meter dari tulisan, saya menemukan dimana di koh sa may bay berada. ramai juga pengunjungnya, tapi lebih mendinglah daripada pengunjung di pinggir pantai maya tadi. Benar2 amazing warna airnya hijau (tiba tiba keinget teluk ijo di taman nasional merubetiri). Mengambil dokumentasi pun harus sabar mengantri karna space untuk foto juga sempit.
Berpuas di koh sa ma bay, saya kembali ke pantai maya lagi menemui si travelmate. ternyata dia daritadi masih saja belum mendapat gambar yang kece karena banyak peminat foto di papan pinggir pantai. hingga lima menit kemudian kami sudah duduk manis lagi diatas kapal, dengan tempat duduk kami yang super duper panas (maklum langsung terkena sengat matahari tidak ada pelindungnya).
Kapal segera melaju menuju Phi Phi Don, tempat kami untuk beristirahat makan siang. Tempat kami berhenti ini di sebuah hotel dengan bungalow dan kolam renang, Disini diberikan waktu 60 menit.
Dengan semangat 45, saya bertanya kepada Ms Mae, apakah saya diberikan waktu ke Phi Phi View Point 1. hehe, ya apes apesnya semisal baliknya molor dia gak bakal marah.
Diluar prediksi, saya tidak dianjurkan untuk nekat menuju view point 1. Lho?? padahal niyatnya mo foto2 di view point 1 yang famous itu :(
Ms Mae menerangkan jika tempat kapal bersandar kami, berada di ujung pulau, sehingga jika saya nekat ke view point 1 itu terlalu jauh, terlebih letaknya di atas bukit pulau. hiks. jika ingin kesana saya diminta suatu saat berkunjung lagi ke phi phi dan menginap semalam supaya tidak lelah berjalan.
Okedeh, akhirnya saya menikmati saja sejam bersantai di lobby hotel dekat kami menikmati makan siang prasmanan. menu menunya sungguh enyak, dengan jaminan halal. Banyak sekali variasi menu nya sup asem manis cumi cumi, tumis kubis (rasanya enak), sop ikan, ayam goreng, spagetti hingga salad.
selesai makan saya bertanya kepada mbak berkudung dimanakah prayer room berada, rupanya tempatnya jauh, sehingga dia meminta temannya untuk mengantarkan saya. Prayer Room letaknya diarea belakang hotel, cukup luas sih dalamnya hanya saja saat saya masuk hanya ada satu orang lelaki yang sedang sholat. wah, sayang ga bisa jamaah. tapi tak apalah, niyatnya juga mw dijamak. seusai sholat saya melirik arloji, wuih sudah 52 menit berjalan, mesti jalan cepat kalo mw ke tempat bersandar kapal. langsung deh kebayang jika saya tadi nekat menuju view point 1, nih aja dari tempat sholat ke kapal aja mesti lari2, gimana kalo mw ke view point yang diatas bukit :)
Perut sudah kenyang terisi makanan, para rombongan sea eagle 2 segera diajak menuju pantai kera alias monkey beach. kapal tidak bersandar di pantai namun skitar 25 meter dari bibir pantai, kami dipersilahkan untuk snorkeling. wow!! Ms Mae membagikan kacamata dan fin kepada masing masing peserta seraya mengingatkan kalo kami harus berhati hati karena jika sampai kacamata dan fin hilang kami harus membayar denda. Yang saya tangkap disini sih bukan masalah berapa harga dendanya tapi lebih kepada kami tidak menyampah kacamata dan fin di dasar pantai, maklum orang tailand sangat cinta kebersihan.
Travelmate langsung melompat dari atas kapal, rupanya daritadi sudah tak sabar maen air :) Empat Puluh Lima Menit kesempatan kami disini, dan bawah lautnya sama amazingnya dengan bawah laut karimun jawa , terdapat landak laut alias bulu bali, disini so hati hati jika berenang salah salah kaki nginjek bulu babi.
Berpuas di monkey beach perjalanan berlanjut ke loh dalam beach, disini airnya lebih dalam dibanding di monkey beach tadi, ini bisa dipastikan dari warna air lautnya yang biru pekat. kami mendapat kesempatan untuk snorkel selama 45 menit disini.
Pas udah mw nyebur, eh si mas mas jangkar kapal, ngupas nanas. wah lebih tertarik nanas daripada snorkel :) harap maklum buah buah asli thailand rasanya sungguh enak. Bahkan turis eropa yang saya temui di penerbangan Kuala lumpur hat yai tidak bisa melupakan kenikmatan rasa nanas thailand .
kekenyangan makan nanas saya sudah tidak tertarik untuk snorkeling, travelmate saya juga hanya bertahan 10 menit saya di bawah laut.
Rupanya Loh dalam beach adalah tujuan terakhir kami dalam tur bersama sea eagle. hiks cepatnya, rasanya belum puas menjelajah pantai pantai disini, dan besok kami sudah harus balik :(
ya,ya,ya next time jika ada waktu dan kesempatan ke krabi lagi, saya akan mengikuti paket tur menuju 4 island dan hong island dan barangkali ke similan beach pula (ihh rakuss :P)
Dari loh dalam beach ke ao nang rupanya tidak sampai satu jam perjalanan, dan ao naan ng jika sore surut, sehingga kapal tidak berhenti ditempat dimana kami berangkat tadi. menuju tempat berkumpul yang ditentukan pandangan saya terhenti pada meja yang berisi foto2 yang dipigura cantik. masyaallah, ternyata masing masing peserta telah difoto saat berjalan menuju kapal. meski tidak semua peserta berhasil difoto dengan ekspresi menarik, namun saya melihat ada foto saya berada dipigura. wew, lumayan juga hasil jepretannya. diambil gak ya? cukup bayar 100 bath untuk membeli foto dengan bingkai pasir dengan tulisan krabi. awalnya saya mengira jangan2 karena saya turis asing dikasih harga mahal, tak taunya warga thailand yang ada dirombongan saya juga dikenakan harga yang sama meskipun mereka sudah mai matian menawar. oke deh ambil aja, kapan lagi ada kesempatan main kemari :)
Seusai briefing terakhir Ms Mae mengucapkan salam perpisahan kepada kami dan para peserta rupanya sudah di koordinir sendiri sendiri sesuai dengan hotel tempat mereka dijemput tadi. mas sopir menyuruh saya dan travelmate duduk didepan, dan ternyata duduk didepan tuh full ac, duingin pula. njomplang bingit ma yang duduk di belakang cuman dikasih bonus angin sepoi sepoi :) duduk didepan serasa lebih amazing lagi karena kami benar benar menikmati secara real bebatuan kapur yang indah.
Pasti pemandangan semacam inilah yang dinikmati claudia kaunang ketika menaiki bus dari puket menuju krabi.sepanjang jalan kami juga tidak menemui jalanan yang berlubang sedikitpun, sama dengan kondisi kemarin saat mengendarai motor untuk tur darat.
saat mobil hendak menuju pak up hostel, saya berdiskusi dengan travemate untuk berfoto sebentar di patung krab, simbol kota krabi plus patung elang simbol titik nol krabi. si travelmate oke oke aja, kemudian kami minta diturunin di dekat patung krab. toh nanti jalan kaki juga dekat kok ke hotel dari sini. puas berfoto foto kami segera menuju seven eleven terdekat, untuk membeli oleh oleh.
hampir satu jam kami di seven eleven memilih oleh oleh, mencari yang halal gampang gampang susah, plus mencari yang sekiranya muat di taruh di ransel kami yang kecil dan pastinya tidak membuat kami kelebihan berat sehingga harus membeli bagasi.cemilan oleh oleh yang saya recomended adalah kuaci bunga matahari yang sudah dikupas, harganya 5 hingga 10 bath dan mie thailand. hehe maklumlah traveler sukanya cemilan yang praktis dan unik yang diindonesia tidak ada.
Pulang dari sevel, travelmate saya sudah teler berat maklum sejak hari pertama kami kurang tidur, sehingga dia kurang tertarik saat saya ajak menikmati suasana malam di chao fa pier yang hanya berjarak 100 meter dari pak up hostel.
Sementara travelmate saya menikmati indah mimpinya saya mencoba mengobati rasa penasaran saya akan kuliner yang belum pernah saya coba di pasar malam dermaga chao fa.
pasar malam di dermaga chao fa lebih fokus menjual makanan saja, masih lebih ramai pasar di maharat soi 10 sih. tapi ini adalah pasar terdekat dari pak up hostel, mayoritas penjualnya muslim. saya tertarik menikmati pad thai ayam, walaupun sebenarnya juga tertarik ingin menyicipi tom yum, namun mengingat tidak ada yang diajak sharing makan, daripada memaksakan makan tapi sayang kalo makanannya gak habis trus dibuang, ywdah pesan pad thai aja :)
ternyata hanya semacam bihun yang dibumbui saja, namun jenis bihunnya beda, lebih terasa kenyal mirip cilok. tumbenan saya kurang cocok sama masakan thailand ya :( atau mungkin karena sebenarnya lelah kurang tidur, berefek ke rasa makanan (=lebay) ).
Selesai menyicip pad thai saya beranjak menuju penjual pancake. pancake salah satu jajanan krabi yang direcomended blogger asal malaysia. pancake ala krabi lebih mirip kulit martabak yang diberi toping sesuai request pembeli, yang paling disuka adalah toping pisang dan nutella. Puas mencoba kuliner di malam terakhir di krabi, saya langsung balik ke hostel. beristirahat menyiapkan stamina untuk menjelajah putrajaya, malaysia esok hari.
Pengeluaran Hari Ke 4
Paket tur Phi phi = 1200 bath
nasi ayam = 40 bath
ayam goreng = 20 bath
minum di sevel @13 bath = 26 bath
oleh2 teman kantor sevel = 172 bath
pad thai = 50 bath
pancake plain = 20 bath
total pengeluaran = 1528 bath
pengeluaran dalam rupiah, jika 1 bath = IDR 410
= 1528 x IDR 410
= IDR 626,480
Hari Ke 3 : Krabi Town (Tiger Caves - Hot Spring - Emerald Pool - Ascetic Pool - Blue Pool - Night Market Krabi Town )
Diposting oleh
nona shelina
"Morning Miss! You Can Check In Now", sapaan penjaga hostel itu membuyarkan lamunan kami. Melirik kearah arloji, masih Pukul 06.30 waktu Thailand. Baik Banget Nih Masnya kok boleh Check In Lebih Awal, padahal harusnya check in kami hari ini pukul 12 siang.
Oke, saya menyerahkan lembaran kode boking kamar untuk dua hari kedepan. Sesuai request pada saat booking, kami meminta kamar asrama untuk cewek, dan masnya memberi kami kamar "Match". Kami memesan Kamar disini dengan banyak pertimbangan, yakni hostel ini buka 24jam, tersedia rental motor dan paket tur wisata plus lokasi strategis antara jalan utarakid dan jalan chao fa dan yang paling penting harganya sesuai dengan budget traveler. Kami boking pun melalui aplikasi traveloka dan dipastikan harganya memang lebih murah daripada harga kami go show di sini. Semisal Go show pun tidak dijamin kami akan mendapatkan kamar, karna banyak turis turis budget dari eropa memilih menginap disini saat berlibur ke krabi town.
Segera kami bergegas menuju kamar "match" dilatai dua, rupanya hanya bed atas yang kosong, bed bawah sudah terisi semua plus bule bule cewe itu masih pules semua.jadi kami pelan2 berusaha tidak membuat gaduh. saya memilih bed "akar 5" yang dekat jendela.Kamar ini memiliki 4 kasur bertingkat,dilengkapi AC dan kipas angin.maklum udara di krabi town sepanas surabaya. melihat kasur yang nyaman sempat terlintas pikiran untuk rebahan, eh tapi kami belom mandi padahal jam 8 mo boking paket tur ke 4 islands. oke, setengah terpaksa mandi deh karna mepet banget jamnya.
Pukul 8tepat kami turun ke lobby,menanyakan tentang paket tur 4islands,"sorry, tour for today is full". hah appah!! tidak, duh buyar rencana. dan petugas hostel menyarankan ikut tur tengah hari yang satu2nya bisa diboking hari itu. tur tengah hari hingga malam,include menyaksikan sunset. haish,klo cuman sunset sih udah sering di pantai indonesia, malas ah. hiks. kenudian petugas hostel mempertegas bahwa pemesanan paket tur harus dilakukan sehari sebelumnya, waktu pemesanan pukul 08.00 hingga 22.30 setiap hari.
Setelah berdiskusi sejenak dengan travelmate, kami memesan paket tur ke phi phi island untuk esok hari beserta pembayaran full. kemudian saya menanyakan apakah kami bisa menyewa motor untuk menuju emerald pool (jujur,dalam pikiran saya cuma trip darat yang bisa kami manfaatkan untuk mengisi kegiatan hari ini, karena kami hanya berdua tak mungkin memaksakan menyewa perahu kayu menuju 4islands, bisa bengkak budget padahal si travelmate minim uang bath nya).
Petugas hostel yang mengetahui kami hendak ke emerald pool menyarankan, kenapa kami tidak ikut paket tur saja ke sana, selain jauh, kawatir kami tersesat masuk ke lokasi juga terhitung mahal untuk orang asing. Dan seperti biasa saya yang punya rasa penasaran tinggi terhadap tempat baru, tidak meyalahkan mbak petugas ini,maklum baru hari ini kami mengunjungi krabi town. Akhirnya mbak petugas hostel itu menyerah dan memberi kami peta krabi town, memberi petunjuk bagaimana menuju kesana. Kami pun dipersilahkan memilih motor yang akan disewa plus pinjaman dua helm dan menahan paspor saya sebagai jaminan. Kami pun diwajibkan mengembalikan motor dengan kondisi bensin full tank, sama dengan kondisi disaat kami pinjam.
Karena proses perubahan rencana perjalanan hari itu, yang harusnya dimulai pukul 08.00 menjadi pukul 08.30, oke pasti ada hikmahnya lagi pula seorang traveler tidak selalu mempunyai rencana yg pasti kan:)
perjalanan dimulai dengan mencari sarapan halal. karena sudah siang pasar di maharat soi 10 sudah selesai. yahh :( tak jauh dari situ kami melirik ada kedai halal, penjualnya pun berkerudung. setelah memilih tempat duduk, kami melihat lihat menu dan pilihan jatuh pada nasi bebek, cukup pesan satu porsi saja, karena kami tidak terbiasa makan banyak saat sarapan. dan wow ternyata porsinya besar juga kenyang buat berdua:)
selesai sarapan kami pun melanjutkan perjalanan, menuju sasaran pertama tiger cave (sebelumya kami sudah membuat rencana perjalanan, termasuk jika rencana pertama gagal mana saja tempat yang bisa dituju). travelmate menjadi pengemudi motor, sementara saya membaca peta dan sesekali bertanya kepada orang dimana letak tiger cave , yang ternyata tidak jauh dari ujung jalan utarakid.
Dan Bagus sampai tiger caves cuaca sangat menyengat, rasanya dilanda dehidrasi plus kantuk yang menyerang mengingat semilir angin di balik rimbunan pepohonan perbukitan kapur.
Oke, saya menyerahkan lembaran kode boking kamar untuk dua hari kedepan. Sesuai request pada saat booking, kami meminta kamar asrama untuk cewek, dan masnya memberi kami kamar "Match". Kami memesan Kamar disini dengan banyak pertimbangan, yakni hostel ini buka 24jam, tersedia rental motor dan paket tur wisata plus lokasi strategis antara jalan utarakid dan jalan chao fa dan yang paling penting harganya sesuai dengan budget traveler. Kami boking pun melalui aplikasi traveloka dan dipastikan harganya memang lebih murah daripada harga kami go show di sini. Semisal Go show pun tidak dijamin kami akan mendapatkan kamar, karna banyak turis turis budget dari eropa memilih menginap disini saat berlibur ke krabi town.
Segera kami bergegas menuju kamar "match" dilatai dua, rupanya hanya bed atas yang kosong, bed bawah sudah terisi semua plus bule bule cewe itu masih pules semua.jadi kami pelan2 berusaha tidak membuat gaduh. saya memilih bed "akar 5" yang dekat jendela.Kamar ini memiliki 4 kasur bertingkat,dilengkapi AC dan kipas angin.maklum udara di krabi town sepanas surabaya. melihat kasur yang nyaman sempat terlintas pikiran untuk rebahan, eh tapi kami belom mandi padahal jam 8 mo boking paket tur ke 4 islands. oke, setengah terpaksa mandi deh karna mepet banget jamnya.
Pukul 8tepat kami turun ke lobby,menanyakan tentang paket tur 4islands,"sorry, tour for today is full". hah appah!! tidak, duh buyar rencana. dan petugas hostel menyarankan ikut tur tengah hari yang satu2nya bisa diboking hari itu. tur tengah hari hingga malam,include menyaksikan sunset. haish,klo cuman sunset sih udah sering di pantai indonesia, malas ah. hiks. kenudian petugas hostel mempertegas bahwa pemesanan paket tur harus dilakukan sehari sebelumnya, waktu pemesanan pukul 08.00 hingga 22.30 setiap hari.
Setelah berdiskusi sejenak dengan travelmate, kami memesan paket tur ke phi phi island untuk esok hari beserta pembayaran full. kemudian saya menanyakan apakah kami bisa menyewa motor untuk menuju emerald pool (jujur,dalam pikiran saya cuma trip darat yang bisa kami manfaatkan untuk mengisi kegiatan hari ini, karena kami hanya berdua tak mungkin memaksakan menyewa perahu kayu menuju 4islands, bisa bengkak budget padahal si travelmate minim uang bath nya).
Petugas hostel yang mengetahui kami hendak ke emerald pool menyarankan, kenapa kami tidak ikut paket tur saja ke sana, selain jauh, kawatir kami tersesat masuk ke lokasi juga terhitung mahal untuk orang asing. Dan seperti biasa saya yang punya rasa penasaran tinggi terhadap tempat baru, tidak meyalahkan mbak petugas ini,maklum baru hari ini kami mengunjungi krabi town. Akhirnya mbak petugas hostel itu menyerah dan memberi kami peta krabi town, memberi petunjuk bagaimana menuju kesana. Kami pun dipersilahkan memilih motor yang akan disewa plus pinjaman dua helm dan menahan paspor saya sebagai jaminan. Kami pun diwajibkan mengembalikan motor dengan kondisi bensin full tank, sama dengan kondisi disaat kami pinjam.
Karena proses perubahan rencana perjalanan hari itu, yang harusnya dimulai pukul 08.00 menjadi pukul 08.30, oke pasti ada hikmahnya lagi pula seorang traveler tidak selalu mempunyai rencana yg pasti kan:)
perjalanan dimulai dengan mencari sarapan halal. karena sudah siang pasar di maharat soi 10 sudah selesai. yahh :( tak jauh dari situ kami melirik ada kedai halal, penjualnya pun berkerudung. setelah memilih tempat duduk, kami melihat lihat menu dan pilihan jatuh pada nasi bebek, cukup pesan satu porsi saja, karena kami tidak terbiasa makan banyak saat sarapan. dan wow ternyata porsinya besar juga kenyang buat berdua:)
selesai sarapan kami pun melanjutkan perjalanan, menuju sasaran pertama tiger cave (sebelumya kami sudah membuat rencana perjalanan, termasuk jika rencana pertama gagal mana saja tempat yang bisa dituju). travelmate menjadi pengemudi motor, sementara saya membaca peta dan sesekali bertanya kepada orang dimana letak tiger cave , yang ternyata tidak jauh dari ujung jalan utarakid.
Dan Bagus sampai tiger caves cuaca sangat menyengat, rasanya dilanda dehidrasi plus kantuk yang menyerang mengingat semilir angin di balik rimbunan pepohonan perbukitan kapur.
Terdapat 1237 anak tangga menuju puncak. awalnya kami semangat naik, cuma kok kemiringan nya hampir 45 derajat, haduh ngalah2i wat arun ini, coba aja sih naik, masa jauh jauh ga naik, sayang kan:) hingga mencapai anak tangga ke 200 travelmate saya kelelahan, mampus lah ini masih jauh. tak lama kami berpapasan dengan bapak ibu yang hendak turun, rupanya mereka dari malaysia sehingga mudah bercakap bahasa melayu. bapak ibu itu menyarankan kami naik saja karena pemandangan indah diatas. kemudian menanyakan,"bawa air kah?", "tidak, air kami tertinggal di motorsikal" jawab travelmate. dan dengan baik hatinya mereka menyerahkan botol minumnya yang masih baru kepada kami, "simpan, kalian pasti butuh". wah Baiknya ,terimakasih banyak :)
setelah berbasa basi kamipun naik lagi keatas dan baru nyadar ternyata di setiap tikungan anak tangga tertulis jumlah anak tangga yang telah terlintas, masih 300, wuih lumayan juga. iseng melirik arloji, ternyata sudah pukul 11,padahal masih ada dua tempat yang harus dikunjungi yang mana pesan dari petugas hostel tadi tempatnya jauh. hiks, setelah berdiskusi dengan travelmate akhirnya kami menyudahi perjalanan di anak tangga 300. ya sudahlah daripada memaksa naik hingga puncak, kawatirnya kami tidak semua tujuan rencana hari ini bisa terlaksana.
Pukul 12.00 waktu tailand kami meninggalkan tigercaves dan menuju tujuan berikutnya, hot spring. melihat peta yang diberikan petugas hostel kami harus menuju klong thorn dahulu kemudian berbelok ke kiri. karena cuaca cukup terik kami memutuskan berhenti sejenak di Gasoline Station yang mana disebelahnya terdapat sevel, kedai dan pujasera. masuk di sevel, travelmate awalnya mencoba mencari nasi kotak, namun setelah jeli mengamati satu persatu 100 persen nasi kotak di sevel ini menu babi semua. hadeh. satu satunya yang halal yang kami temukan hanya sosis dan kami kurang tertarik. akhirnya saya mengambil dua kaleng bear brand dengan logo halal pastinya (murah sekali satu kaleng hanya sekitar 10,1 bath, jika dirupiah kan sekitar empat ribu rupiah) sedangkan travelmate memilih coklat panas. Berjalan keluar sevel kami melirik ke penjual es krim kelapa, satu porsi cukup 20 bath, tak meragukan kehalalannya karena penjualnya berjilbab.
Melanjutkan perjalanan lagi, tiba2 di kiri jalan ada tulisan "hot spring". travelmate segera berbelok kiri dan seratus meter dari pinggir jalan kami menemukan tempat wisata dengan tulisan hot spring. terlihat modern dan bersih. "wah kalo hot spring disini, lebih baik kita ke emerald pool dulu saja, hot spring nya terakhir saja", usul saya pada travelmate. Oke travelmate setuju dan sesuai peta kami berkendara lurus melewati semacam hutan karet dan sengon. dua kilometer berlalu namun tidak ada tanda tanda tulisan emerald pool, wah jangan jangan tersesat nih, apalagi jalan aspal yang kami lalui makin sempit. namun meski ditengah hutan masih ada beberapa rumah penduduk, dan ada semacam gazebo tempat berkumpul. travelmate menghentikan laju motor tak jauh dari gazebo tempat berkumpul dua keluarga. "excuse me, you know where is emerald pool?" tanya saya. eh yang ditanyai malah senyum senyum tolah toleh, hadeh gak bisa bahasa ingris rupanya. oke deh, senjata pamungkas dikeluarkan. buka peta ditangan dan tunjuk tulisan emerald pool di peta. dan bapak tersebut menjelaskan dengan bahasa thai plus gerakan tangan, rupanya kami salah jalan dan dia menyuruh kami kembali ke jalan raya. "khawp khun ka (=terimakasih)"ucap saya dengan gerakan membungkuk plus tersenyum.
balik lagi menuju jalan raya utama, namun kami masih didera penasaran dengan si hot spring yang membuat kami berbelok kemari tadi. setelah ngebut lima menit motor kami sampai di hot spring tadi. agak aneh juga, nih kok sepi ya hanya tiga mobil terparkir. melihat muka kami yang kebinggungan ada gadis yang menghampiri, alhamdulilah dia bisa bahasa inggris dan dia menjelaskan bahwa hot spring yang kami cari bukan disini melainkan masih lima belas kilometer lagi dari jalan besar. Sedangkan hot spring yang bikin kami tersesat tadi adalah semacam resort dengan dilengkapi kolam rendam. busett :(
ya sudahlah memang tadi sudah diingatkan petugas hostel tapi kami nekat berangkat sendiri, tapi namanya traveling gak asik kan kalo gak pake acara tersesat :)
kembali menuju jalan besar utama, tak lama kami menemukan papan petunjuk jalan, arah menuju hot spring. cukup banyak juga kendaraan berlalu lalang dan mobil mobil ini semacam minivan travel agent paket tour. oke deh, berarti betul kita tak salah jalan, ucap saya. Dari pertigaan pertama setelah belok kiri kami menemukan papan petunjuk emerald pool dan hot spring, melewati jalanan yang dipenuhi tanaman karet dan sengon lagi dan bukit kapur. capek karena kurang tidur, suntuk karena sempat tersesat langsung hilang karena pemandangan keren.sampai akhirnya motor kami berhenti tepat di loket tiket. ternyata ini adalah loket hot spring, setelah membayar tiket masuk plus biaya parkir motor kami masuk .
cukup rapi dan tertata dan yang pasti bersih. menuju si "kolam panas" ini ada dua jalan, jalan setapak yang dibeton atau trecking area lewat hutan. bukan hutan asli sih, tapi sudah dibikinkan jalan yang nyaman sehingga dipastikan tidak akan tersesat. kami memilih jalan setapak karena sudah tak sabar ingin berendam. dari area parkir menuju "kolam panas" kurang lebih sekitar 300 meter. melihat si kolam pertama kali pikiran saya merasa "de ja vu", kok seperti pernah liat ya, tapi dimana. eh, ternyata nih kolam dan pohon pohon disekitarnya mengingatkan pada kolam pancur di taman nasional alas purwo indonesia, hanya saja ini kolam belerang. ada beberapa papan petunjuk di dekat kolam, diantaranya dilarang mandi menggunakan sabun dan shampo, dan ada satu area batu yang dilarang diinjak. ada dua area di kolam ini, area atas dan area bawah,area atas mirip beberapa jacuzzi bebatuan alami berwarna hijau. awalnya saya tak berani melangkah di atas bebatuan hijau ini, takut licin karena lumut, ternyata air panas yang mengandung belerang pada kolam membuat batu batu yang dilaluinya berubah warna menjadi hijau. area atas hanya digunakan untuk berendam karena kedalamnnya maksimal hanya satu meter saja. di area atas air hangatnya sangat terasa. untuk berendam di area atas efektif antara 15-20 menit. antara area atas dan area bawah batu batunya tersusun miring sehingga limpahan air dari area atas ke area bawah seolah olah adalah air terjun. area bawah lebih mirip kolam renang karena tak ada batu batuan jacuzzi dan kedalaman lebih dari satu meter, air yang melimpah di area bawah ini berwarna kehijauan, mirip air lumut.
Puas berendam, setelah mengambil beberapa foto untuk dokumentasi kami bergegas menuju tujuan kami berikutnya emerald pool dan blue pool. waktu menunjukkan pukul 13.30 waktu setempat saat kami meninggalkan hot springs
Efek berendam air panas, membuat kami berjuang melawan ngantuk menuju emerald pool. kesalahan, harusnya hot spring tujuan terakhir saja tadi.
Emerald pool ternyata lebih ramai pengunjung, banyak mobil mobil terparkir dan yang pasti lebih banyak penjual makanan disini daripada di hot spring. mencari parkir untuk motor tidaklah sulit, namun disini rupanya orang orang lebih tertib motor terparkir rapi (saya tidak melihat ada tukang parkir di area motor).
sepanjang jalan dari area parkir menuju loket masuk,aroma ayam goreng sungguh menggoda selera, ada juga manggo sticky rice, aneka buah potong, semacam sosis bakar, telur bakar,sate ayam, ayam bakar, es goyang. harga harganya pun terhitung murah dan insyaallah banyak yang halal (banyak penjual berkerudung, jika kamu muslim namun terkendala bahasa untuk jual beli, cari saja penjual berkerudung).
Di loket masuk ada dua macam harga tiket, tiket untuk orang lokal dan tiket untuk turis asing. Yang bikin nangis darah tuh harga tiket untuk turis asing, jika harga lokal hanya 20 bath per orang, harga untuk turis asing 200 bath. Lebih mahal daripada ongkos buat sewa motor seharian tuh tiket, ya tak apalah sekali kali daripada mikir harga tiket mahal trus gak jadi masuk, ntar pasti nyesel jauh jauh kok gak masuk :)
Masuk ke lokasi tujuan ini lebih mirip masuk ke tengah hutan. terdapat papan petunjuk arah supaya pengunjung tidak tersesat, jalan setapak pun masih alami, suasana jalan mirip dengan lokasi menuju sumber air tawar di taman nasional baluran. di dekat pintu masuk terdapat kolam alami berwarna biru, banyak anak anak kecil mandi dan berenang, karena terlalu ramai kami memutuskan menuju emerald pool yang berada di tengah hutan saja. di dekat kolam tadi ada dua papan petunjuk menuju emerald pool, jika kami memilih berjalan lurus, jarak yang bisa ditempuh adalah 800 meter, jika memilih jalan kekiri jaraknya 1,4km. Lumayan juga ya, tapi jangan bayangin capeknya jalan, kalo kamu pecinta suasana alam dijamin gak bakal mati bosan kok jalan jauh, karna sepanjang jalan ada aja burung burung yang berkicau, dan meski ini tempat selalu ramai pengunjung hampir tidak ada sampah kok.
Karena waktu sudah pukul 14.00 saat masuk, kami memutuskan lewat jalan lurus saja. dan ternyata itu adalah pilihan yang tepat, karena 800 meter itu adalah jarak menuju emerald pool sedangkan menuju blue pool masih sekitar 600 meter dari emerald pool, apalagi letak blue pool lebih ketengah hutan jadi jika gelap sudah dipastikan warna birunya tidak terlihat cantik lagi:)
Sesampai di emerald pool kami sudah dilanda dehidrasi, maklum tadi terlalu lama berendam, perbekalan minum menipis plus gak kebayang jalannya jauh ke hutan, meski suasana hutan sejuk tapi jika cuaca sangat panas plis jangan lupakan minum air putih :) beruntung di dekat emerald pool terdapat penjual minuman dingin, kalo engga, dipastikan saya nekat minum air kolam emerald pool (daripada dehidrasi akut):) Gak sopannya karena kendala bahasa, penjual minuman tau kami adalah turis asing dan alhasil kami kena harga dua kali lipat daripada harga jual untuk orang lokal :( ihh jahatt, tau gitu waktu beli gak pake basa basi dulu :(
Mendapati emerald pool lebih mirip kubangan es cendol di tengah hutan (karena kebanyakan orang nyemplung sampe gak ada space buat berenang), travelmate saya merasa kecewa. "jauh jauh kemari masuk hutan mw berenang aja susah" keluhnya. "sabar, yuk kita jalan lagi nyari blue pool " hibur saya. Maklum lah kami salah prediksi, harusnya masuk ke tempat wisata janganlah pada hari sabtu atau minggu dipastikan kamu kecewa karena over pengunjung.
Jalan menuju Blue Pool, pepohonannya sudah berbeda. lebih asri dan menyenangkan buat foto narsis. Jalanannya juga dibeton, mirip jembatan. kok tidak alami ya? ternyata mengapa jalannya dibikin semacam jembatan beton, karena sepanjang perjalanan, jalan yang kami lalui lebih mirip menanjak dan sepanjang jalan air mengalir di tanah, dan meninggalkan bekas mirip tanah dan batu yang dilalui air yang mengandung belerang / senyawa tertentu. ooh, jadi maksudnya jalanan nya dibikin jembatan beton supaya, keaslian air dan tanah tetap terjaga. Dari beberapa tulisan bloger yang saya baca, ada beberapa bloger yang kemari disaat musim penghujan, shingga kawasan ini dilanda banjir, dengan membuat jalanan jembatan beton, dipastikan pengunjung masih safety jalan di kawasan ini
Di tengah jalan menuju blue pool kami menemukan ascetic pool, kecil sih kolamnya, dan dilarang mandi. dekat ascetic terdapat semacam kuil kecil. mw foto di dekat ascetic pool juga sedikit susah karena "melawan" matahari.
Setelah melewati ascetic pool rupanya pepohonan lebih "rapat" benar2 suasana hutan dengan pepohonan besar, beberapa pohon tumbang juga dibiarkan saja, hanya dipinggirkan supaya tidak menggangu jalan pengunjung. Dan Menuju Blue Pool ini mayoritas pengunjung yang kami temui adalah turis asing, hampir tidak ada warga lokal. dan olala... blue pool nya sangat indah, biru sekali. makin di tengah airnya makin membiru, padahal pinggirannya tanah liat alias tanah lempung. Terdapat tulisan dilarang mandi:) yup, mungkin demi keselamatan pengunjung juga, ini ditengah hutan dengan tanah lempung pula, beda dengan emerald pool tadi meski airnya semeteran tapi bebatuannya alami dan safety.
jika Krabi Thailand memiliki Blue Pool alias Sa Morakot, Indonesia juga memiliki danau berwarna biru, yakni danau kaco di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan situs warisan UNESCO. Tidak bermaksud membandingkan tetapi kedua danau ini sama sama berwarna biru cantik.
Seusai proses dokumentasi, kami balik lagi menuju emerald pool, tak sabar ingin nyebur. tak apalah jika tak bisa puas berenang setidaknya main main air sebentar.
Rupanya ada "seluncuran alami" di emerald Pool, karena alaminya tak semua orang bisa menggunakan, hanya bocah bocah kecil saja yang bisa. seluncuran ini sebenarnya lebih mirip semacam "got aliran air" menuju emerald pool, karena kemiringannya skitar 30 hingga 40 derajat maka bisa dimanfaatkan menjadi seluncuran. travelmate saya tertarik mencoba meluncur tetapi karena diameter seluncuran dengan tubuhnya lebih besar tubuhnya maka dia tidak sukses meluncur :) Kali ini kami lebih leluasa untuk berenang karena pengunjung sedikit berkurang, namun karena travelmate dilanda kelaparan maka kami bergegas balik, menuju pintu keluar (Baru nyadar juga kalo belum makan siang, cuma minum di susu dan es krim aja tadi siang)
Di pintu keluar kami langsung mencoba beraneka makanan yang dijual, kami pilih penjual yang berkerudung pastinya. sate telor (satu tusuk terdiri dari 3 telor lengkap dengan kulit, rupanya putih dan kuning telur telah tercampur dan beri bumbu, enak sih, tapi karena kendala bahasa kami tak tau ini namanya apa); sate ayam (rasanya beda dengan sate ayam di indonesia, lebih berbumbu dengan daging tebal); sosis bakar (mirip dengan sosis bernardi ternyata rasanya), dan es goyang ( es nya asin, mirip dengan es di pasar chatucak sih). Seusai icip icip tadi, perut langsung kenyang padahal kami belum makan nasi.
menuju tempat parkir motor, hanya tersisa motor kami seorang. wah jangan jangan ini udah hampir malam, melirik jam sudah pukul 17.00
Langsung deh gas pool menuju krabi, takut kemalaman maklumlah si travelmate bermata minus dan dia kekeuh tidak mau digantiin nyetir. setelah dekat utarakit kami memutuskan berhenti di gasoline station, mengisi bensin sekaligus numpang ke toilet.
Sekitar Pukul 19.00 kami sudh berada di krabi town, hiks padahala kalo sampenya gak sampe magrib mau mampir ke wat khowaran, ya sudahlah terpaksa diskip dah. kemudian menuju tujuan terakhir Night market.
Night Market di krabi town ini hanya diadakan pada sabtu dan minggu saja. terdapat banyak penjual suvenir, makanan hingga terdapat panggung hiburan. Night market terletak di maharat soi, di area dekat plaza. cukup bertanya kepada warga lokal, mereka akan dengan senang hati menunjukkan arahnya.
Setelah memilih makan sepiring berdua di stand halal (makan sepiring berdua karena porsi makanan di thailand adalah porsi besar), saya dan travelmate memutuskan berpencar dan pukul 21.00 berjumpa lagi diparkiran motor.
Beruntung meski ini night market, tidak ada perbedaan harga antara pembeli lokal dan turis asing. ada beberapa stand yang menawarkan harga pas, meski beberapa penjual masih mau ditawar harga. Masih terdapat penjual non halal, saya awlnya tertarik dengan sate berbumbu sepertinya enak, namun kembali lagi jika penjualnya tidak berkerudung lebih baik mencari stand lain. Krabi town masih terdapat penduduk muslim, dan muslim disini menggenakan kerudung atau kupluk penutup kepala, tak jarang saya menjumpai perempuan krabi berkerudung tapi memakai baju lengan pendek. yup, kerudung sebagai "simbol"jika dia muslim.
Jika ingin mencari oleh2 kaos bertuliskan krabi atau railay beach atau phi phi sangat cocok jika kamu berbelanja di night market. banyak variasi tulisan plus ketebalan kaos yang berbeda beda. Melihat lihat kaos, tiba tiba gerimis menitik. para penjual yang memiliki stand terbuka langsung membereskan dagangan. awalnya saya ikut panik, kawatir hujan deras, ternyata hanya gerimis sesaat. namun demi amannya saya beralih berjalan menuju stand yang "tertutup".
Tak terasa waktu sudah pukul 21.00 saatnya balik ke hostel, rupanya si travelmate sudah nangkring diatas motor, so lets go back to hostel.
Seusai mengembalikan motor, petugas mengecek isi bensinnya, setelah dia memastikan tetap full seperti saat kami meminjam tadi pagi, paspor saya pun dikembalikan.
Selepas mandi, saya mencoba memanfaatkan mesin cuci yang ada di lantai dua pak up hostel. terdapat 3 mesin cuci dan pengoperasiannya hanya menggunakan empat koin 10 bath. maksimal pencucian untuk 6,5kg baju. mesin akan otomatis mencuci setelah koin keempat dimasukkan. Area Jemur pun terdapat di sebelah mesin cuci. malam hari dipastikan area jemur penuh dengan baju baju para tamu hostel, maklum mayoritas yang menginap disini pastilah melakukan backpacking lebih dari 30 hari (kecuali kami) sehingga banyak sekali cucian :)
seusai menjemur baju saya langsung beristirahat, persiapan untuk trip laut esok hari.
Pengeluaran Hari Ke Tiga :
Sewa motor = 150 bath
sarapan = 69 bath
bear brand sevel = 20,2 bath
eskrim = 20 bath
tiket masuk hot spring = 90 bath
parkir di hot spring = 5bath
tiket masuk emerald pool, dkk = 200 bath
minuman diemerald pool = 20
sate ayam = 10 bath
sosis barberque = 10 bath
es potong = 5 bath
makan malam = 50 bath
semangka potong = 20 bath
mangga potong = 20 bath
magnet kulkas @20 bath= 40 bath
sate kulit = 20 bath
laundry baju = 40 bath
total pengeluaran = 789,2 bath
dalam rupiah : 1 bath = IDR 410
= 789,2 bath x IDR 410
= IDR 323,572
Hari Ke 2 : Kuala Lumpur - Hat Yai
Diposting oleh
nona shelina
Sampai di KLIA2 Kuala Lumpur tengah malam, selepas proses imigrasi kami pun segera bergegas mencari tempat tidur pewe di bandara. yeah..malam ini kami tidur d bandara.
mo boking hotel didaerah kl sentral ato bukit bintang juga tanggung karna kami di KL hanya transit sebelum melanjutkan flight sore ke hat yai thailand.Di dekat KLIA 2 ada kok Tune hotel, cuman nyeberang jalan di dekat pemberhentian bas di lantai 1 KLIA 2, tapi ya itu tanggung juga mo check in mengingat jam 5 pagi nanti kita sudah start eksplore Kuala lumpur meski sebentar.
di bandara KLIA 2 tidur dimana? gampang! banyak kok penumpang transit yang numpang tidur gegoleran di bandara. sebenarnya sudah disediain area tidur yang cuman dilapis karpet di lantai 2. tapi mayoritas penumpang malam itu selonjoran di lantai 2M, area resto di KLIA 2. semua pada tidur sebelahan di lantai karpet abu2, mirip pindang. pastikan tas dan bawaan kamu aman mesti ditinggal tidur :)
awalnya saya sih pewe pewe aja tidur di lantai 2M, sebelah kanan dua turis cina tidur sebelah kiri travelmate saya turis turis eropa udah terbang ke alam mimpi, lama2 menjelang pukul 3 dini hari udara terasa dingin. disergap dingin saya menyesal tidak membawa sleeping bag kecil kesayangan :( ya udahlah numpang rebahan badan aja biar ga capek.
pukul 04.30 saya membangunkan travelmate saya yg tertidur pulas, kasian tidurnya nyenyak, tapi kami harus mencari shower room dan sholat subuh. Kami bergegas menuju lantai 3, tempat terminal keberangkatan, setelah sebelumnya menemani travelmate saya mencari money changer di lantai 2. Travelmate saya tidak sempat menukar rupiah dengan ringgit atau bath di indonesia, rupanya di KLIA 2 ini hampir semua lantai terdapat money changer yang buka 24jam. Tukar rupiah di negara tujuan sangat tidak saya sarankan kecuali posisi genting/kepepet seperti travelmate saya. selain nilai tukar sedikit jatuh dibanding tukar di indonesia, belum tentu semua bandara negara tujuan terdapat money changer 24 jam.
kembali ke urusan mandi dan sholat shubuh, seusai menukar rupiah dengan ringgit, kami menuju lantai 3, terminal keberangkatan. terdapat mushola, toilet dan shower room di sebelah kiri terminal keberangkatan. alhamdulilah bilik mandi/shower room banyak yang kosong pagi itu sehingga kami tidak perlu mengantri untuk mandi.
Sementara ruang sholat di bandara KLIA 2, antara ruang sholat perempuan dan lelaki dipisah, bukan disekat namun berbeda ruang. ruang untuk perempuan dalam ruang tertutup, untuk menjaga privasi saat membuka kerudung.maklumlah malaysia mayoritas muslim dan sebagian muslim disini berkerudung.
saking nyamannya di shower room dan prayer room (ruang sholat) tak terasa waktu hampir pukul 06 am. padahal harusnya jam 6 am sudah sampai kl sentral, o la...laa... sebelum turun ke lantai 1, tidak lupa kami check in untuk perbangan nanti sore menuju hat yai, banyak komputer yang disediakan untuk check in online mandiri di lantai 3.
bergegas kami menuju lantai 1 dan loket penjualan tiket masih tutup. apa mungkin kepagian ya? tapi bas terparkir diluar dan menanti penumpang, petugas bas menyuruh kami naik ke dalam bas dan pembayaran dilakukan diatas katanya. setelah bas menunggu kursi terisi penuh, barulah memberangkatkan penumpang. perjalanan KLIA 2 menuju KL sentral kurang lebih memakan waktu 45 menit perjalanan, jalanan melewati semacam jalan tol dan dihiasi pepohonan sawit. saya dan travelmate tertidur pulas karna nyamannya perjalanan ini hingga kl sentral.
turun di KL sentral, awalnya kami hendak mencari loker untuk menyimpan ransel supaya bebas berjalan jalan tanpa beban di punggung. tapi karena baru hari kedua dan isi ransel kami minimalis, urunglah ide awal untuk menitipkan ransel, "tak apa kita bawa saja, toh sudah kebiasaan bawa ransel yang lebih berat, ini tidak ada apa apnya" ujar travelmate saya.
melirik ke arah burger king, saya teringat menu onion ring yang belum sempat dinikmati pada januari kemaren. "kesini bentar yuk, nyari onion ring" ucap saya pada travelmate. eh tak taunya menu yang saya incar sudah tak ada, tapi kami malah kalap pesan kentang :) cheezy wedges, cheezy fries dan apple pie. oke deh keliatannya menu simple, dan bukan nasi pasti cuman "cemilan" sesaat, ternyata kami kekenyangan dengan tiga menu simple tadi. gagal deh rencana menikmati nasi lemak, menu breakfast nya La Cucur :(
oke deh tak selalu rencana berjalan sempurna, kami pun bergegas menuju pasar seni, hendak ke KL City Gallery. terus mo naek apa nih, coba GO KL aja deh :) januari kemaren kan belum sempat nyobain start KL Sentral
Layanan transportasi bus GO-KL City, Bus gratis untuk siapa saja, baik turis maupun penduduk lokal Kuala Lumpur. Bus GO-KL berwarna ungu muda, dilengkapi dengan AC yang sangat dingin dan juga tersedia Wifi gratis, Bus GO-KL memiliki empat rute, yaitu rute Ungu, rute Hijau, rute biru dan rute merah. masing-masing dengan jangkauan sekitar 7 km dan melewati beberapa tempat atraksi yang menarik di pusat kota Kuala Lumpur.
Adapun rute tersebut adalah:
mo boking hotel didaerah kl sentral ato bukit bintang juga tanggung karna kami di KL hanya transit sebelum melanjutkan flight sore ke hat yai thailand.Di dekat KLIA 2 ada kok Tune hotel, cuman nyeberang jalan di dekat pemberhentian bas di lantai 1 KLIA 2, tapi ya itu tanggung juga mo check in mengingat jam 5 pagi nanti kita sudah start eksplore Kuala lumpur meski sebentar.
di bandara KLIA 2 tidur dimana? gampang! banyak kok penumpang transit yang numpang tidur gegoleran di bandara. sebenarnya sudah disediain area tidur yang cuman dilapis karpet di lantai 2. tapi mayoritas penumpang malam itu selonjoran di lantai 2M, area resto di KLIA 2. semua pada tidur sebelahan di lantai karpet abu2, mirip pindang. pastikan tas dan bawaan kamu aman mesti ditinggal tidur :)
awalnya saya sih pewe pewe aja tidur di lantai 2M, sebelah kanan dua turis cina tidur sebelah kiri travelmate saya turis turis eropa udah terbang ke alam mimpi, lama2 menjelang pukul 3 dini hari udara terasa dingin. disergap dingin saya menyesal tidak membawa sleeping bag kecil kesayangan :( ya udahlah numpang rebahan badan aja biar ga capek.
pukul 04.30 saya membangunkan travelmate saya yg tertidur pulas, kasian tidurnya nyenyak, tapi kami harus mencari shower room dan sholat subuh. Kami bergegas menuju lantai 3, tempat terminal keberangkatan, setelah sebelumnya menemani travelmate saya mencari money changer di lantai 2. Travelmate saya tidak sempat menukar rupiah dengan ringgit atau bath di indonesia, rupanya di KLIA 2 ini hampir semua lantai terdapat money changer yang buka 24jam. Tukar rupiah di negara tujuan sangat tidak saya sarankan kecuali posisi genting/kepepet seperti travelmate saya. selain nilai tukar sedikit jatuh dibanding tukar di indonesia, belum tentu semua bandara negara tujuan terdapat money changer 24 jam.
kembali ke urusan mandi dan sholat shubuh, seusai menukar rupiah dengan ringgit, kami menuju lantai 3, terminal keberangkatan. terdapat mushola, toilet dan shower room di sebelah kiri terminal keberangkatan. alhamdulilah bilik mandi/shower room banyak yang kosong pagi itu sehingga kami tidak perlu mengantri untuk mandi.
Sementara ruang sholat di bandara KLIA 2, antara ruang sholat perempuan dan lelaki dipisah, bukan disekat namun berbeda ruang. ruang untuk perempuan dalam ruang tertutup, untuk menjaga privasi saat membuka kerudung.maklumlah malaysia mayoritas muslim dan sebagian muslim disini berkerudung.
saking nyamannya di shower room dan prayer room (ruang sholat) tak terasa waktu hampir pukul 06 am. padahal harusnya jam 6 am sudah sampai kl sentral, o la...laa... sebelum turun ke lantai 1, tidak lupa kami check in untuk perbangan nanti sore menuju hat yai, banyak komputer yang disediakan untuk check in online mandiri di lantai 3.
bergegas kami menuju lantai 1 dan loket penjualan tiket masih tutup. apa mungkin kepagian ya? tapi bas terparkir diluar dan menanti penumpang, petugas bas menyuruh kami naik ke dalam bas dan pembayaran dilakukan diatas katanya. setelah bas menunggu kursi terisi penuh, barulah memberangkatkan penumpang. perjalanan KLIA 2 menuju KL sentral kurang lebih memakan waktu 45 menit perjalanan, jalanan melewati semacam jalan tol dan dihiasi pepohonan sawit. saya dan travelmate tertidur pulas karna nyamannya perjalanan ini hingga kl sentral.
turun di KL sentral, awalnya kami hendak mencari loker untuk menyimpan ransel supaya bebas berjalan jalan tanpa beban di punggung. tapi karena baru hari kedua dan isi ransel kami minimalis, urunglah ide awal untuk menitipkan ransel, "tak apa kita bawa saja, toh sudah kebiasaan bawa ransel yang lebih berat, ini tidak ada apa apnya" ujar travelmate saya.
melirik ke arah burger king, saya teringat menu onion ring yang belum sempat dinikmati pada januari kemaren. "kesini bentar yuk, nyari onion ring" ucap saya pada travelmate. eh tak taunya menu yang saya incar sudah tak ada, tapi kami malah kalap pesan kentang :) cheezy wedges, cheezy fries dan apple pie. oke deh keliatannya menu simple, dan bukan nasi pasti cuman "cemilan" sesaat, ternyata kami kekenyangan dengan tiga menu simple tadi. gagal deh rencana menikmati nasi lemak, menu breakfast nya La Cucur :(
oke deh tak selalu rencana berjalan sempurna, kami pun bergegas menuju pasar seni, hendak ke KL City Gallery. terus mo naek apa nih, coba GO KL aja deh :) januari kemaren kan belum sempat nyobain start KL Sentral
Layanan transportasi bus GO-KL City, Bus gratis untuk siapa saja, baik turis maupun penduduk lokal Kuala Lumpur. Bus GO-KL berwarna ungu muda, dilengkapi dengan AC yang sangat dingin dan juga tersedia Wifi gratis, Bus GO-KL memiliki empat rute, yaitu rute Ungu, rute Hijau, rute biru dan rute merah. masing-masing dengan jangkauan sekitar 7 km dan melewati beberapa tempat atraksi yang menarik di pusat kota Kuala Lumpur.
Adapun rute tersebut adalah:
#Rute Unggu / Purple Lines dikenal juga dengan istilah Go Sightsee :
Pasar Seni - Muzium Telekom - KLtower - KLCC - MATIC - Muzium Negara - Masjid Negara - Monorail Chow Kit - Dataran Merdeka - KTM Kuala Lumpur - Monorail Medan Tuanku
Pasar Seni - Muzium Telekom - KLtower - KLCC - MATIC - Muzium Negara - Masjid Negara - Monorail Chow Kit - Dataran Merdeka - KTM Kuala Lumpur - Monorail Medan Tuanku
#Rute Hijau / Green Lines dikenal juga dengan istilah Go Shopping:
The Weld - Pavilion - Starhill Galery - Bukit Bintang - Kota Raya - Medan Mara - Chow Kit - Maju Junction - Pertama Kompleks - Globe Silk Store - Campbell Complex - KL Sogo
The Weld - Pavilion - Starhill Galery - Bukit Bintang - Kota Raya - Medan Mara - Chow Kit - Maju Junction - Pertama Kompleks - Globe Silk Store - Campbell Complex - KL Sogo
#Rute Biru / Blue Lines dikenal juga dengan istilah Go Work:
Bangkok Bank - Wisma Foo Yong - Wisma MPL - Angkasaraya - MenaraING - Citibank - KLSentral - KLConvention Centre - Menara Olimpya - Dayabumi - AIA - Wisma Rohas Perkasa - Bukit Ceylon - Menara KH - Menara DBKL - Menara Atlan - 1 sentral - Wisma Sime Darby - Menara Hop Seng.
Bangkok Bank - Wisma Foo Yong - Wisma MPL - Angkasaraya - MenaraING - Citibank - KLSentral - KLConvention Centre - Menara Olimpya - Dayabumi - AIA - Wisma Rohas Perkasa - Bukit Ceylon - Menara KH - Menara DBKL - Menara Atlan - 1 sentral - Wisma Sime Darby - Menara Hop Seng.
#Rute Merah / Red Lines dikenal juga dengan istilah Go Relax:
Concorde Hotel - Life Centre - Grand Hyaat Hotel - Puteri Park Hotel - Uni Asia - Maytower Hotels
Concorde Hotel - Life Centre - Grand Hyaat Hotel - Puteri Park Hotel - Uni Asia - Maytower Hotels
Jadwal
Adapun Jadwal keberangkatan Bus GoKL:
Senin-Kamis: 6 pagi - 11 malam
Jumat-Sabtu: 6 pagi - 01 dinihari
Minggu: 7 pagi - 11 malam
Dari KL sentral kami naek Go KL Rute biru dan kemudian interchange GO KL Rute Unggu, sebenarnya jika naek bus ini kita akan diajak berputar putar dulu keliling Kuala lumpur dan memakan waktu sekitar 30 menit hingga pasar seni, lebih cepat jika tadi naek lrt dari KL sentral ke pasar seni yang hanya keluar biaya 1 ringgit, pertimbangan saya adalah travelmate saya baru pertama kali ke kuala lumpur dan kami jalan jalan di pusat kuala lumpur kurang dari 6 jam, jadi tak ada salahnya berputar putar dengan GO KL.
Adapun Jadwal keberangkatan Bus GoKL:
Senin-Kamis: 6 pagi - 11 malam
Jumat-Sabtu: 6 pagi - 01 dinihari
Minggu: 7 pagi - 11 malam
Dari KL sentral kami naek Go KL Rute biru dan kemudian interchange GO KL Rute Unggu, sebenarnya jika naek bus ini kita akan diajak berputar putar dulu keliling Kuala lumpur dan memakan waktu sekitar 30 menit hingga pasar seni, lebih cepat jika tadi naek lrt dari KL sentral ke pasar seni yang hanya keluar biaya 1 ringgit, pertimbangan saya adalah travelmate saya baru pertama kali ke kuala lumpur dan kami jalan jalan di pusat kuala lumpur kurang dari 6 jam, jadi tak ada salahnya berputar putar dengan GO KL.
Turun di pasar seni kami berjalan hingga kearah kesturi walk, berfotofoto di depan pasar seni yang ternyata masih belum buka. dari kesturi walk jalan hingga keujung dan berbelok kekiri, lurus saja hingga menemukan Tulisan besar "I LOVE KL''. Dan meski masih pagi untuk berfoto dengan tulisan merah tersebut sudah antri.
sudah sampai di KL City Gallery sayang jika tak masuk, awalnya travelmate saya menolak masuk karena mengira ini adalah museum tida menarik. setelah semenit merayu akhirnya dia bersedia masuk. tiket masuk ke KL City Gallery adalah 5 ringgit, itupun bisa ditukar tambah dengan harga yang sama untuk suvenir atau makanan yang dijual di dalam.
masuk ke dalam KL City Galery ternyata banyak spot2 keceh untuk foto. tak membosankan juga didalam. hanya saja karena saya cuma berdua dengan travelmate tidak ada guide yang mengantar kami. berbeda dengan para rombongan turis yang lain, jika mereka datang berkelompok akan diberi gelang khusus tiap kelompok dan diantar guide untuk keliling. sementara kami hanya diberi tiket serupa kartu atm. melass :(
ending dari rangkaian ruang pamer adalah slide show yang terdapat di sudut atas. ruang ini terapat maket miniatur kaca seluruh bangunan yang ada di kuala lumpur, kereen. hanya saja tak bole memakai flash saat foto. slide show dimulai dengan pemadaman lampu di ruangan dan tak lama maket miniatur kaca bersinar perlahan dan slide di dinding dimulai, slide menjelaskan tentang sejarah singkat kuala lumpur dan perencanaan / tata kota untuk tahun tahun berikutnya dan diakhiri dengan kerlap kerlip maket miniatur KL.
Keluar dari ruang slide show kami digiring menuju penjualan merchandise dan kantin. travelmate menukar tambah tiket masuknya dengan hainanese chiken chop sementara saya menukar tiket saya dengan tas jinjing bertuliskan kuala lumpur
keluar dari KL City Gallery tak terasa sudah menunjukkan pukul 11.30 waktu setempat. oke deh berarti tak sempat ke taman tasik atau twin tower bahkan petronas :( melewati sevel saya membeli sim card malaysia untuk dipergunaan bersms atau telpon kawan di malaysia yang akan menghost kami seusai pulang dari krabi.
endingnya kami langsung balik ke KLIA 2, naek LRT ke KL Sentral dari pasar seni yang kemudian ganti naek bus di basement KL Sentral. perjalanan tak memakan waktu lebih dari Pasar Seni Hingga KLIA 2. hiks padahal rencananya mau window shopping di sephora KL Sentral sebelum Ke KLIA, tapi takut waktunya mepet, ga puas nyobain tester make up juga.
sampai KLIA 2 kami menemukan tempat membeli makan dan minuman murah di bandara, Pasar Raya, letaknya di lantai 2 sebelahan sama money changer. memang sih untuk perbedaan pembelian suvenir di jalan alor dan di bukit bintang mungkin lebih mahal tapi untuk ukuran pembelian di area bandara masih murah dan masuk akal. kami juga menemukan air mineral dengan harga kurang dari seringgit disini.
sambil menunggu antrian di pintu keberangkatan, tampak beberapa petugas menari rancak mengikuti alunan musik, dan sore itu di lantai tiga terdapat rangkaian bunga2 segar yang masih baru karena tadi pagi kami tidak melihat rangkaian bunga2 tersebut, terdapat pula both both foto box untuk berfoto sendiri maupun ramai ramai, rupanya bandara KLIA 2 berulang tahun yang pertama pada hari itu, pantas ada acara, ingin rasanya ikut antri di foto box hanya saja takut tertinggal pesawat menuju hat yai maka kami mengurungka niat
Sampai di Dalam Pintu barulah kami sadar ternyata di tiket kami tidak ada info gate berapa hanya ada info jam penerbangan pada pukul 16.00. mati:( udah terlanjur sampai di Gate P. untunglah ada seorang petugas lewat, dia membantu kami menemukan gate melalui papan informasi penerbangan. hiks, maksud hati check in pagi, supaya jika sampai KLIA 2 waktuya mepet langsung menuju gate, ternyata karna kepagian check in info gate belum bisa tercetak di tiket. dan olaa..laa.. gate kami adalah gate L. yang harusnya saat masuk terminal keberangkatan kami belok kanan, tapi kami malah jalan lurus sampai gate P. endingnya lari larian plus pucat pasi saking takutnya ketinggalan pesawat, maklum jarak gate P ke pintu terminal jauh.
sesampai di Gate L, ternyata para penumpang masih ada di ruang tunggu, fiuuh leganya. namun baru duduk 5 menit kami sudah disuruh masuk.
Penerbangan sore itu cukup ramai juga. semua seat terisi, padahal jika menempuh perjalanan darat dari terminal puduraya menuju hat yai, thailand dengan bus hanya memakan waktu 8 hingga 10 jam, jika dengan flight waktu ditempuh kurang lebih 75 menit. itupun juga mendapat "bonus" karena perbedaan waktu kuala lumpur 1jam lebih awal dari hat yai maka tulisan di papan informasi flight dan tiket seolah olah perjalanan memakan waktu 15menit.
alhamdulilah cuaca cukup cerah dan kami mendapat duduk dengan pemandangan sayap pesawat, sebelumnya saya sudah melakukan pree boking makanan di pesawat, menu nasi lemak, maklumlah penasaran dengan rasa makanan di penerbangan AK, yang ternyata rasanya memang berbeda dengan menu nasi lemak di penerbangan QZ. memesan menu sebelum penerbangan mendapatkan bonus minuman dan harga juga jauh lebih hemat dibanding kita membeli dipesawat, tak jarang makanan juga sudah habis.
pukul 16.15 waktu hat yai pesawat mendarat tepat di bandara hat yai. dan mulailah kerempongan demi kerempongan terjadi :) Dimulai ketika travelmate saya hendak menukar rupiah ke Bath di money changer bandara, yang ternyata hanya ada satu konter saja. money changer tersebut telah tutup pada pukul 15.30 dikarenakan operasional pada hari sabtu hanya sampai pukul 15.30. oh tidak :) beruntung saya sudah membawa bath, sehingga tidak risau untuk ongkos menuju krabi town.
ada tiga transportasi menuju stasiun bus hat yai dari bandara udara hat yai, yaitu taksi , minivan dan songthaew (semacam angkutan umum di indonesia), jika taksi dan minivan sudah mainstream kami mencoba uji nyali naik songthaew,
hat yai diguyur hujan deras saat kami naik di songthaew, menunggu songthaew terisi penuh kami mencoba berbasa basi busuk dengan para penumpang lain. awalnya mereka mengira kami orang thailand, mulailah para penumpang itu mengajak bicara dengan bahasa thailand. mampusmu kapan nduk ?:p setelah kami menjelaskan kami tidak bisa bahasa thailand, rupanya para penumpang itu juga tidak memahami bahasa ingris. namun mereka cukup baik juga mengajak komunikasi dengan bahasa thailand, berusaha bertanya kami hendak kemanana, turun kemanan takut kami tersesat. sesuai prediksi akan kendala bahasa saya menunjukkan kertas bergambar tulisan khlong kae market, gambar hat yai nai dan hat yai municipal park yang sudah saya siapkan dari indonesia. dan tetap saja ibu ibu itu mengoceh menerangkan dengan bahasa thailand. pusing pusing dah :( tak lama ada penumpang lain lagi naik, alhamdulilah ibu yang ini paham bahasa ingris dan dia yang menerjemahkan bahasa ingris kami kepada penumpang yang lain. ibu ini baru saja melakukan penerbangan dari don mueang menuju hat yai, baik juga dia, makanan yang ada di tas jinjingnya di berikan kepada kami, sambil mengoceh pada temannya bahwa kami muslim sehingga dia memberikan semacam rengginang kepada kami. padahal di tas jinjingnya juga ada rambak, sempat saya ngiler dengan rambak, rupanya karena melihat travelmate saya memakai jilbab dia menebak kami muslim. ya, memang di hat yai yang berbatasan dengan malaysia terdapat komunitas muslim dan ciri khas muslim disini adalah menutup kepala dengan kerudung.
Setengah jam berlalu tapi masih belum tampak terminal bus yang kami tuju, dan para penumpang yang naik bersama kami sudah mulai turun satu persatu. bahkan ibu yang memberikan kami rengginang juga turun di teminal bus, namun menurut sopir songthaew terminal ini bukan terminal bus yang kami tuju.padahal kami dengan jelas melihat bus bertuliskan rute hat yai puket di kacanya. dan saya dengan oon nya naik lagi ke songthaew. tak jauh dari terminal tersebut kami melewati wat hat yai nai, yang terlihat dari pinggir jalan. mungkin terminal bus sudah dekat, terbesit pikiran positif, tak apa beli tiket bus ke krabi dulu baru jalan2 daripada kehabisan tiket bus. eh ujung ujungnya hingga 30 menit berikutnya berlalu tak tampak terminal bus yang dimaksud pak sopir songthaew padahal songthaew sudah melewati departement store (karena menurut blog blog yang saya baca terminal bus berada didekat diana departement store), mulailah saya pucat pasi, kawatir terkena scam. hiks, mana hari mulai gelap dan semua penumpang tersisa didalam songthaew tidak memahami bahasa ingris. haduh tau gitu tadi naik minivan demi mempersingkat waktu. beruntung tak lama ada cowok ganteng naik songthaew kami, travelmate saya bertanya apakah dia bisa berbahasa ingris, yes alhamdulilah dia paham bahasa ingris meski sedikit, dan menjelaskan terminal sudah dekat, kemudian travelmate saya bertanya apakah dia paham bus mana yang menuju krabi, dia menjawab bahwa dia juga hendak ke krabi.
oke, tak lama songthaew behenti di terminal bus hat yai. pantas saja banyak traveler yang tidak tau dimana terminal bus karena kami tidak menemukan tulisan informasi terminal, hanya saja banyak bus bus terparkir di dalam. bersama cowok tadi kami menuju loket bus diterminal (uji nyali kedua kali naek transportasi umum dengan kendala bahasa hehe ) dan cowok tadi yang mengatakan kepada petugas loket bahwa kami hendak ke krabi. alhamdulilah rupanya kali ini tidak terkena scam dan kami naek bus dengan harga lokal :) makasih ya mas cakep.
namun rupanya mas ini risih kami "tempeli", setelah membantu kami membeli tiket dia bergegas pergi. travelmate saya mengatakan, "sudahlah tak apa, mungkin dia lebih nyaman sendirian yang penting tiket sudah ditangan".
berikutnya kami mencari money changer terdekat dan ada satu money changer yang lokasinya bersebelahan dengan loket tiket bus. kerempongan berikutnya dimulai, ternyata mereka tidak mau kami menggunakan rupiah untuk ditukar bath :( tak habis akal, saya bertanya, bagaimanakah jika ringgit? oh, ternyata yang laku disini adalah ringgit, maklum perbatasan dengan malaysia, dan pastinya nilai tukarnya sedikit jatuh karena dia tak punya saingan money changer lain. tak apalah daripada nanti kekurangan uang bath mau ditukar dimana lagi :)
karena kerempongan demi kerempongan tadi rencana untuk eksplore hat yai dalam 3jam pun gagal :( sayang sekali padahal hat yai nai, khlong kae market dan hat yai municipal park dekat dari terminal bus, hanya saja sudah gelap pasti hanya khlong kae yang bisa dilihat itupun waktunya mepet belum sewa motornya juga. prediksi awal bus terakhir pada pukul 21.30 ternyata bus terakhir malam itu 20.30 sudahlah namanya juga rencana tidak selalu berjalan mulus.yang penting travelmate saya bisa menukar bath.
sisa waktu satu jam sebelum keberangkatan bus kami manfaatkan untuk makan malam, dan diantara deretan penjual makanan diluar terminal hanya satu penjual saja yg berkudung. okelah dinikmati saja yang penting masakanya halal, soal rasa nomor dua :)
pukul 20.30 kami bergegas menuju bus, kondektur dan kenek juga tak paham bahasa inggris, namun kami bertemu cowok ganteng tadi yang kursinya berseberangan dengan kursi kami. cowok ganteng itu menjelaskan bahwa kami hendak turun di krabi town. setelah pengecekan tiket saya dan travelmate terlelap hingga tiba tiba pada pukul 22.30 bus berhenti di sebuah tempat peristirahatan. samar samar saya mendengar kernet berbicara dan saya menangkap arti bahwa bus berhenti sekitar 30 menit di trang dan penumpang dipersilahkan turun jika mau, melirik sekilas kearah luar terdapat mushola dan deretan cemilan di etalase toko kemudian saya melanjutkan mimpi
pukul 00.00 cowok ganteng yang duduk berseberangan dengan saya tadi berdiri dan meminta turun, dengan setengah sadar saya bertanya pada kernet, "this is krabi?". pak kernet hanya menjawab, "no". oke deh berarti mas ganteng tadi tidak mau kami ikuti karena dia tidak turun di krabi town. pukul 01.00 pak kernet membangunkan saya dan travelmate, "Krabi!! krabi!!". haduh, dengan mata masih kriyep kriyep kami berusaha bangun dan melangkah keluar, turun bus. hiks, pukul 01.00 am sampai, padahal prediksi kami bus sampai krabi setidaknya pukul dua. ternyata pukul 01.00 sudah tiba.
turun dari bus ternyata ada 4orang cowok india yang juga turun bersama kami dari bus, namun rupanya mereka traveler karena membawa banyak kopor, tak lama ada sopir taksi menghampiri kami dan menawarkan taksi menuju krabi town. mungkin karena melihat saya dan travelmate yang hanya membawa ransel day pack, si sopir taksi lebih tertarik menawarkan taksi pada pemuda india daripada kami. nasib mu nduk :(
tak lama pemuda dan sopir tadi sepakat dan mereka naik taksi, tinggallah saya dan travelmate yang melonggo tak tau harus jalan kemana. melirik kanan dan kiri, mata saya menangkap bangunan seven eleven di seberang jalan. oke tanya ke seven eleven lebih pasti daripada tanya orang lewat. dan seperti yang diduga penjaga seven eleven tak paham dengan pelafalan bahasa ingris saya, sehngga saya harus menggeluarkan kertas yang saya siapkan sebelumnya. kertas berisi gambar patung ketam, icon dari krabi town. dan mereka menjelaskan memakai bahasa tarsan, tunjuk tangan sambil senyum senyum. oke dan saya bertanya lagi, "how far". dia menjawab "five". what!! lima kilo, oke deh kalo cuma lima kilo untuk ukuran pejalan kaki biasa :)
ternyata tak semudah yang dibayangkan berjalan jauh di malam hari. meski saya dan travelmate sudah biasa jalan jauh seharian, berjalan di sepanjang jalan utarakit memiliki seni tersendiri. ternyata hampir setiap rumah memiliki anjing dan mereka menyalak setiap kali kami lewat. rupanya travelmate saya takut anjing sehingga dia langsung lari setiap ada anjing lewat atau menyalak. baguslah tak ada ojek pula disini, terlebih beberapa gardu listrik yang kami lewati mengeluarkan bunyi bunyi aliran listrik. hiks ga lucu malam malam tersengat listrik di negara orang pula.
tak ada ojek tapi banyak kendaraan pribadi melintas, kami mencoba melakukan hitchhiking. alhamdulilah lagi mujur, tak lama ada songthaew lewat dan ada dua laki laki didalamnya, satu sopir satu kondektur. mereka menawarkan mengantar kami. karena sudah terlalu ilfil dengan minimnya orang thailand yang kami temui bisa berbahasa ingris, maka saya menunjukkan kertas bergambar patung ketam. dan mereka meminta 40 bath ongkos per orang. padahal harusnya kalo tidak jauh dan tidak tengah malam, normalnya adalah 10 bath. daripada berceloteh tak jelas untuk tawar menawar, saya mengelurkan hape dan membuka aplikasi kalkulator. saya tawar 15 bath per orang dan mereka mau.barusaja duduk eh sudah sampai, pantas saja mau ditawar 15 bath. dan sayapun tiba tiba menyelutuk, "its Pak Up far from here?". pak up hostel adalah penginapan yang sudah kami boking untuk menginap di krabi town. tak lama mereka mengantar kami, dekat juga pak up dari patung ketam. setelah kami turun, si kernet memperkenalkan diri, "My name is sholeh. Iam moslem, i know you are student" sambil memandang travelmate saya yang berkudung dan bertubuh mungil. haish, baru nyadar lagi, orang krabi sangat senang bertemu sodara sesama muslim. pantas kami dapat harga murah ini tadi :) alhamdulilah yaah....
masuk ke pak up hostel, muncul permasalahan baru, ternyata saya salah memesan hari untuk menginap. saya memesan untuk esok dan lusa plus kamar sudah penuh hari itu :) great. namun travelmate saya tak hilang akal, dia meminta ijin agar kami dipersilahkan tidur di sofa di lobby hotel. dan petugas menijinkan, bahkan dia mengambil mesin kipas angin untuk menyalakan didekat kami agar kami terhindar dari kegerahan dan gigitan nyamuk. ih, baik banget ya:) recomended nih hostel.
Rincian Biaya Hari Ke Dua :
pengeluran dalam ringgit malaysia :
air minum di sevel KLIA 2 = 1,9 myr
skybus ke KL sentral= 10 myr
cheezy wedges Burger king = 3.5myr
cheezy fries burger king = 2.5 myr
apple pie = 3.2 myr
tiket masuk klcitygalery = 5myr
hainannese chicken chop+drink = 13myr
simcard malaysia = 8myr
tiket lrt pasar seni-kl sentral = 1myr
sky bus ke klia2 = 10myr
jus kotak di pasar raya KLIA 2 @1,6myr=3,2myr
nasi lemak pree booked = 12 myr
tiket kl - hat yai = 75 myr
total penggeluaran ringgit = 148,3 myr
pengeluaran dalam bath thailand :
\
songthaew ke terminal bus = 20 bath
bis menuju krabi = 179 bath
minum sevel = 14 bath
makan malam = 40 bath
total pengeluaran bath = 253 bath
konversi pengeluaran ke rupiah :
1myr = IDR 3650
1bath = IDR 410
= total pengeluaran ringgit + total pengeluaran bath
= (148,3 x 3650) + (253x 410)
= IDR 541,295 + IDR 103,730
= IDR 645,025
Hari Ke 1 : Surabaya - Kuala Lumpur
Diposting oleh
nona shelina
Perjalanan kali ini dimulai pada malam hari, tiket yang kami beli adalah tiket promo maskapai merah, yang mana tiket promo maskapai tersebut untuk flight malam hari.
meski di website maskapai tersebut sudah menyebutkan bahwa tiket sudah include airport tax, ternyata kami masih diwajibkan membayar airport tax sebesar IDR 200.000 per orang. alasannya karena kami melakukan pembelian tiket sebelum februari 2015, yup!! memang tiket promo tersebut kami beli pada juni 2014.
hujan melanda terminal T2 bandara juanda, sesaat setelah kami melakukan proses check in, alhamdulilah hujan baru turun disaat kami sudah sampai juanda, tak terbayang jika hujan mendera pada perjalanan malang hingga juanda. maklumlah perjalanan ini perjalanan ala backpacker, saya dan travelmate hanya membawa ransel kecil dipunggung mengingat kami melakukan perjalanan dua negara dengan moda transportasi yg berbeda beda.
penerbangan kami ternyta adalah penerbangan terakhir di T2 pada malam itu, semua toko toko di dalam bandara sudah tutup pada saat kami menuju gate, hiks :( padahal pingin makan hokben di bandara, ya sudahlah belum beruntung.
flight kami terbang sesuai jadwal, tak lupa berdoa dulu sebelum pesawat lepas landas. sepuluh menit selesai lepas landas, saya pun tergoda untuk melakukan pembelian makanan di pesawat.hehe .. tak apa lah daripada masuk angin karna tidak makan malam. dan sungguh tak beruntung pula, nasi lemak yang saya incar telah habis, nasi lembu juga habis hiks. tw gitu beli pre book aja biar ga keabisan. yang tersisa hanya semacam nasi briyani dengan sayur. okelah tak apa, semua makanan pasti nikmat disantap jika kita lapar :)
waktu surabaya dan kuala lumpur ada perbedaan satu jam lebih awal. jam 9 dari surabaya dengan durasi perjalanan 2jam 45 menit kami tiba di kuala lumpur pada tengah malam waktu setempat
Rincian Biaya Hari ke Satu :
Bus malang-surabaya = IDR 14,000
Damri ke T2 = IDR 25,000
Airpot Tax IDR 200,000
Nasi Briyani AA Myr 14
(14x@ IDR 3,650) = 51,100
Tiket Sub KL PP = IDR 350,000
meski di website maskapai tersebut sudah menyebutkan bahwa tiket sudah include airport tax, ternyata kami masih diwajibkan membayar airport tax sebesar IDR 200.000 per orang. alasannya karena kami melakukan pembelian tiket sebelum februari 2015, yup!! memang tiket promo tersebut kami beli pada juni 2014.
hujan melanda terminal T2 bandara juanda, sesaat setelah kami melakukan proses check in, alhamdulilah hujan baru turun disaat kami sudah sampai juanda, tak terbayang jika hujan mendera pada perjalanan malang hingga juanda. maklumlah perjalanan ini perjalanan ala backpacker, saya dan travelmate hanya membawa ransel kecil dipunggung mengingat kami melakukan perjalanan dua negara dengan moda transportasi yg berbeda beda.
penerbangan kami ternyta adalah penerbangan terakhir di T2 pada malam itu, semua toko toko di dalam bandara sudah tutup pada saat kami menuju gate, hiks :( padahal pingin makan hokben di bandara, ya sudahlah belum beruntung.
flight kami terbang sesuai jadwal, tak lupa berdoa dulu sebelum pesawat lepas landas. sepuluh menit selesai lepas landas, saya pun tergoda untuk melakukan pembelian makanan di pesawat.hehe .. tak apa lah daripada masuk angin karna tidak makan malam. dan sungguh tak beruntung pula, nasi lemak yang saya incar telah habis, nasi lembu juga habis hiks. tw gitu beli pre book aja biar ga keabisan. yang tersisa hanya semacam nasi briyani dengan sayur. okelah tak apa, semua makanan pasti nikmat disantap jika kita lapar :)
waktu surabaya dan kuala lumpur ada perbedaan satu jam lebih awal. jam 9 dari surabaya dengan durasi perjalanan 2jam 45 menit kami tiba di kuala lumpur pada tengah malam waktu setempat
Rincian Biaya Hari ke Satu :
Bus malang-surabaya = IDR 14,000
Damri ke T2 = IDR 25,000
Airpot Tax IDR 200,000
Nasi Briyani AA Myr 14
(14x@ IDR 3,650) = 51,100
Tiket Sub KL PP = IDR 350,000
total biaya : IDR 640,100
keramahan pemilik hostel di krabi
Diposting oleh
nona shelina
setelah menyusun itinary trip maraton kuala lumpur - hat yai - krabi - kuala lumpur, barulah saya terfikir untuk mencari penginapan.
sesuai tips dari claudia kaunang, tak ada salahnya tuk memastikan kepada pihak hotel/hostel/guesthouse untuk mengecek pemesanan kita.
setelah membaca review penginapan dari trip advisor dan menyesuaikan budget ala backpacker akhirnya saya mengerucutkan 3 hostel /guesthouse yg akan kami inapi di krabi town. yakni good dream guesthouse, baan nisarine dan pn guesthose.
jujur saya lebih interest menginap di guesthouse karena suasananya lebih homy, berasa dirumah, plus penginapan2 tadi mendapat review baik dari travel writer dan trip advisor
baan nisarine lebih dekat dari pemberhentian bus di krabi (karena pertimbangan kedatangan kami dari hat yai dini hari)
sedangkan pn guesthouse dan good dream guesthouse lebih dekat ke shuttle bus menuju krabi internasional airport.
setelah mengecek2 website penginapan tadi mulailah saya mengirim email menanyakan apakah bisa menerima kedatangan kami pada dini hari.
salah satu pemilik guesthouse ,yakni brian di good dream guesthouse malah menyarankan kami menginap di tempat lain karna guesthouse nya tak buka 24jam. brian benar2 meminta maaf karna tak bisa membukakan pintu di dini hari. dia mereferensikan tiga penginapan murah yg terjangkau oleh backpacker. wow,jarang2 nya ngasih referensi pesaing sendiri:)
sementara baan nisarine memberikan jawaban yg berbeda, mengingat guesthouse nya juga tak buka 24 jam maka kami disuruh menelepon dahulu sehari sebelum kedatangan, supaya mereka bisa terjaga dan membukakan pintu disaat kami datang. wow:) benar deh deh review dari trip advisor kalo pemilik baan nisarine bagus pelayanannya. tapi tak tega saya mengganggu nyenyak tidur orang di pagi buta meski saya membayar untuk menginap.
hanya pn guesthouse yg tidak saya email, mempertimbangkan lokasinya yg paling jauh dari terminal bus di krabi dari hat yai
sesuai saran dari brian akhirnya saya memilih menginap di pak up hostel yang letaknya dekat dengan good dream guesthouse. tak jauh beda dengan baan nisarine dan good dream, pak up hostel juga dengan ramah menjawab pertanyaan saya via facebook :)
jadi gak sabar ke krabi
sesuai tips dari claudia kaunang, tak ada salahnya tuk memastikan kepada pihak hotel/hostel/guesthouse untuk mengecek pemesanan kita.
setelah membaca review penginapan dari trip advisor dan menyesuaikan budget ala backpacker akhirnya saya mengerucutkan 3 hostel /guesthouse yg akan kami inapi di krabi town. yakni good dream guesthouse, baan nisarine dan pn guesthose.
jujur saya lebih interest menginap di guesthouse karena suasananya lebih homy, berasa dirumah, plus penginapan2 tadi mendapat review baik dari travel writer dan trip advisor
baan nisarine lebih dekat dari pemberhentian bus di krabi (karena pertimbangan kedatangan kami dari hat yai dini hari)
sedangkan pn guesthouse dan good dream guesthouse lebih dekat ke shuttle bus menuju krabi internasional airport.
setelah mengecek2 website penginapan tadi mulailah saya mengirim email menanyakan apakah bisa menerima kedatangan kami pada dini hari.
salah satu pemilik guesthouse ,yakni brian di good dream guesthouse malah menyarankan kami menginap di tempat lain karna guesthouse nya tak buka 24jam. brian benar2 meminta maaf karna tak bisa membukakan pintu di dini hari. dia mereferensikan tiga penginapan murah yg terjangkau oleh backpacker. wow,jarang2 nya ngasih referensi pesaing sendiri:)
sementara baan nisarine memberikan jawaban yg berbeda, mengingat guesthouse nya juga tak buka 24 jam maka kami disuruh menelepon dahulu sehari sebelum kedatangan, supaya mereka bisa terjaga dan membukakan pintu disaat kami datang. wow:) benar deh deh review dari trip advisor kalo pemilik baan nisarine bagus pelayanannya. tapi tak tega saya mengganggu nyenyak tidur orang di pagi buta meski saya membayar untuk menginap.
hanya pn guesthouse yg tidak saya email, mempertimbangkan lokasinya yg paling jauh dari terminal bus di krabi dari hat yai
sesuai saran dari brian akhirnya saya memilih menginap di pak up hostel yang letaknya dekat dengan good dream guesthouse. tak jauh beda dengan baan nisarine dan good dream, pak up hostel juga dengan ramah menjawab pertanyaan saya via facebook :)
jadi gak sabar ke krabi
Langganan:
Postingan (Atom)
