mo boking hotel didaerah kl sentral ato bukit bintang juga tanggung karna kami di KL hanya transit sebelum melanjutkan flight sore ke hat yai thailand.Di dekat KLIA 2 ada kok Tune hotel, cuman nyeberang jalan di dekat pemberhentian bas di lantai 1 KLIA 2, tapi ya itu tanggung juga mo check in mengingat jam 5 pagi nanti kita sudah start eksplore Kuala lumpur meski sebentar.
di bandara KLIA 2 tidur dimana? gampang! banyak kok penumpang transit yang numpang tidur gegoleran di bandara. sebenarnya sudah disediain area tidur yang cuman dilapis karpet di lantai 2. tapi mayoritas penumpang malam itu selonjoran di lantai 2M, area resto di KLIA 2. semua pada tidur sebelahan di lantai karpet abu2, mirip pindang. pastikan tas dan bawaan kamu aman mesti ditinggal tidur :)
awalnya saya sih pewe pewe aja tidur di lantai 2M, sebelah kanan dua turis cina tidur sebelah kiri travelmate saya turis turis eropa udah terbang ke alam mimpi, lama2 menjelang pukul 3 dini hari udara terasa dingin. disergap dingin saya menyesal tidak membawa sleeping bag kecil kesayangan :( ya udahlah numpang rebahan badan aja biar ga capek.
pukul 04.30 saya membangunkan travelmate saya yg tertidur pulas, kasian tidurnya nyenyak, tapi kami harus mencari shower room dan sholat subuh. Kami bergegas menuju lantai 3, tempat terminal keberangkatan, setelah sebelumnya menemani travelmate saya mencari money changer di lantai 2. Travelmate saya tidak sempat menukar rupiah dengan ringgit atau bath di indonesia, rupanya di KLIA 2 ini hampir semua lantai terdapat money changer yang buka 24jam. Tukar rupiah di negara tujuan sangat tidak saya sarankan kecuali posisi genting/kepepet seperti travelmate saya. selain nilai tukar sedikit jatuh dibanding tukar di indonesia, belum tentu semua bandara negara tujuan terdapat money changer 24 jam.
kembali ke urusan mandi dan sholat shubuh, seusai menukar rupiah dengan ringgit, kami menuju lantai 3, terminal keberangkatan. terdapat mushola, toilet dan shower room di sebelah kiri terminal keberangkatan. alhamdulilah bilik mandi/shower room banyak yang kosong pagi itu sehingga kami tidak perlu mengantri untuk mandi.
Sementara ruang sholat di bandara KLIA 2, antara ruang sholat perempuan dan lelaki dipisah, bukan disekat namun berbeda ruang. ruang untuk perempuan dalam ruang tertutup, untuk menjaga privasi saat membuka kerudung.maklumlah malaysia mayoritas muslim dan sebagian muslim disini berkerudung.
saking nyamannya di shower room dan prayer room (ruang sholat) tak terasa waktu hampir pukul 06 am. padahal harusnya jam 6 am sudah sampai kl sentral, o la...laa... sebelum turun ke lantai 1, tidak lupa kami check in untuk perbangan nanti sore menuju hat yai, banyak komputer yang disediakan untuk check in online mandiri di lantai 3.
bergegas kami menuju lantai 1 dan loket penjualan tiket masih tutup. apa mungkin kepagian ya? tapi bas terparkir diluar dan menanti penumpang, petugas bas menyuruh kami naik ke dalam bas dan pembayaran dilakukan diatas katanya. setelah bas menunggu kursi terisi penuh, barulah memberangkatkan penumpang. perjalanan KLIA 2 menuju KL sentral kurang lebih memakan waktu 45 menit perjalanan, jalanan melewati semacam jalan tol dan dihiasi pepohonan sawit. saya dan travelmate tertidur pulas karna nyamannya perjalanan ini hingga kl sentral.
turun di KL sentral, awalnya kami hendak mencari loker untuk menyimpan ransel supaya bebas berjalan jalan tanpa beban di punggung. tapi karena baru hari kedua dan isi ransel kami minimalis, urunglah ide awal untuk menitipkan ransel, "tak apa kita bawa saja, toh sudah kebiasaan bawa ransel yang lebih berat, ini tidak ada apa apnya" ujar travelmate saya.
melirik ke arah burger king, saya teringat menu onion ring yang belum sempat dinikmati pada januari kemaren. "kesini bentar yuk, nyari onion ring" ucap saya pada travelmate. eh tak taunya menu yang saya incar sudah tak ada, tapi kami malah kalap pesan kentang :) cheezy wedges, cheezy fries dan apple pie. oke deh keliatannya menu simple, dan bukan nasi pasti cuman "cemilan" sesaat, ternyata kami kekenyangan dengan tiga menu simple tadi. gagal deh rencana menikmati nasi lemak, menu breakfast nya La Cucur :(
oke deh tak selalu rencana berjalan sempurna, kami pun bergegas menuju pasar seni, hendak ke KL City Gallery. terus mo naek apa nih, coba GO KL aja deh :) januari kemaren kan belum sempat nyobain start KL Sentral
Layanan transportasi bus GO-KL City, Bus gratis untuk siapa saja, baik turis maupun penduduk lokal Kuala Lumpur. Bus GO-KL berwarna ungu muda, dilengkapi dengan AC yang sangat dingin dan juga tersedia Wifi gratis, Bus GO-KL memiliki empat rute, yaitu rute Ungu, rute Hijau, rute biru dan rute merah. masing-masing dengan jangkauan sekitar 7 km dan melewati beberapa tempat atraksi yang menarik di pusat kota Kuala Lumpur.
Adapun rute tersebut adalah:
#Rute Unggu / Purple Lines dikenal juga dengan istilah Go Sightsee :
Pasar Seni - Muzium Telekom - KLtower - KLCC - MATIC - Muzium Negara - Masjid Negara - Monorail Chow Kit - Dataran Merdeka - KTM Kuala Lumpur - Monorail Medan Tuanku
Pasar Seni - Muzium Telekom - KLtower - KLCC - MATIC - Muzium Negara - Masjid Negara - Monorail Chow Kit - Dataran Merdeka - KTM Kuala Lumpur - Monorail Medan Tuanku
#Rute Hijau / Green Lines dikenal juga dengan istilah Go Shopping:
The Weld - Pavilion - Starhill Galery - Bukit Bintang - Kota Raya - Medan Mara - Chow Kit - Maju Junction - Pertama Kompleks - Globe Silk Store - Campbell Complex - KL Sogo
The Weld - Pavilion - Starhill Galery - Bukit Bintang - Kota Raya - Medan Mara - Chow Kit - Maju Junction - Pertama Kompleks - Globe Silk Store - Campbell Complex - KL Sogo
#Rute Biru / Blue Lines dikenal juga dengan istilah Go Work:
Bangkok Bank - Wisma Foo Yong - Wisma MPL - Angkasaraya - MenaraING - Citibank - KLSentral - KLConvention Centre - Menara Olimpya - Dayabumi - AIA - Wisma Rohas Perkasa - Bukit Ceylon - Menara KH - Menara DBKL - Menara Atlan - 1 sentral - Wisma Sime Darby - Menara Hop Seng.
Bangkok Bank - Wisma Foo Yong - Wisma MPL - Angkasaraya - MenaraING - Citibank - KLSentral - KLConvention Centre - Menara Olimpya - Dayabumi - AIA - Wisma Rohas Perkasa - Bukit Ceylon - Menara KH - Menara DBKL - Menara Atlan - 1 sentral - Wisma Sime Darby - Menara Hop Seng.
#Rute Merah / Red Lines dikenal juga dengan istilah Go Relax:
Concorde Hotel - Life Centre - Grand Hyaat Hotel - Puteri Park Hotel - Uni Asia - Maytower Hotels
Concorde Hotel - Life Centre - Grand Hyaat Hotel - Puteri Park Hotel - Uni Asia - Maytower Hotels
Jadwal
Adapun Jadwal keberangkatan Bus GoKL:
Senin-Kamis: 6 pagi - 11 malam
Jumat-Sabtu: 6 pagi - 01 dinihari
Minggu: 7 pagi - 11 malam
Dari KL sentral kami naek Go KL Rute biru dan kemudian interchange GO KL Rute Unggu, sebenarnya jika naek bus ini kita akan diajak berputar putar dulu keliling Kuala lumpur dan memakan waktu sekitar 30 menit hingga pasar seni, lebih cepat jika tadi naek lrt dari KL sentral ke pasar seni yang hanya keluar biaya 1 ringgit, pertimbangan saya adalah travelmate saya baru pertama kali ke kuala lumpur dan kami jalan jalan di pusat kuala lumpur kurang dari 6 jam, jadi tak ada salahnya berputar putar dengan GO KL.
Adapun Jadwal keberangkatan Bus GoKL:
Senin-Kamis: 6 pagi - 11 malam
Jumat-Sabtu: 6 pagi - 01 dinihari
Minggu: 7 pagi - 11 malam
Dari KL sentral kami naek Go KL Rute biru dan kemudian interchange GO KL Rute Unggu, sebenarnya jika naek bus ini kita akan diajak berputar putar dulu keliling Kuala lumpur dan memakan waktu sekitar 30 menit hingga pasar seni, lebih cepat jika tadi naek lrt dari KL sentral ke pasar seni yang hanya keluar biaya 1 ringgit, pertimbangan saya adalah travelmate saya baru pertama kali ke kuala lumpur dan kami jalan jalan di pusat kuala lumpur kurang dari 6 jam, jadi tak ada salahnya berputar putar dengan GO KL.
Turun di pasar seni kami berjalan hingga kearah kesturi walk, berfotofoto di depan pasar seni yang ternyata masih belum buka. dari kesturi walk jalan hingga keujung dan berbelok kekiri, lurus saja hingga menemukan Tulisan besar "I LOVE KL''. Dan meski masih pagi untuk berfoto dengan tulisan merah tersebut sudah antri.
sudah sampai di KL City Gallery sayang jika tak masuk, awalnya travelmate saya menolak masuk karena mengira ini adalah museum tida menarik. setelah semenit merayu akhirnya dia bersedia masuk. tiket masuk ke KL City Gallery adalah 5 ringgit, itupun bisa ditukar tambah dengan harga yang sama untuk suvenir atau makanan yang dijual di dalam.
masuk ke dalam KL City Galery ternyata banyak spot2 keceh untuk foto. tak membosankan juga didalam. hanya saja karena saya cuma berdua dengan travelmate tidak ada guide yang mengantar kami. berbeda dengan para rombongan turis yang lain, jika mereka datang berkelompok akan diberi gelang khusus tiap kelompok dan diantar guide untuk keliling. sementara kami hanya diberi tiket serupa kartu atm. melass :(
ending dari rangkaian ruang pamer adalah slide show yang terdapat di sudut atas. ruang ini terapat maket miniatur kaca seluruh bangunan yang ada di kuala lumpur, kereen. hanya saja tak bole memakai flash saat foto. slide show dimulai dengan pemadaman lampu di ruangan dan tak lama maket miniatur kaca bersinar perlahan dan slide di dinding dimulai, slide menjelaskan tentang sejarah singkat kuala lumpur dan perencanaan / tata kota untuk tahun tahun berikutnya dan diakhiri dengan kerlap kerlip maket miniatur KL.
Keluar dari ruang slide show kami digiring menuju penjualan merchandise dan kantin. travelmate menukar tambah tiket masuknya dengan hainanese chiken chop sementara saya menukar tiket saya dengan tas jinjing bertuliskan kuala lumpur
keluar dari KL City Gallery tak terasa sudah menunjukkan pukul 11.30 waktu setempat. oke deh berarti tak sempat ke taman tasik atau twin tower bahkan petronas :( melewati sevel saya membeli sim card malaysia untuk dipergunaan bersms atau telpon kawan di malaysia yang akan menghost kami seusai pulang dari krabi.
endingnya kami langsung balik ke KLIA 2, naek LRT ke KL Sentral dari pasar seni yang kemudian ganti naek bus di basement KL Sentral. perjalanan tak memakan waktu lebih dari Pasar Seni Hingga KLIA 2. hiks padahal rencananya mau window shopping di sephora KL Sentral sebelum Ke KLIA, tapi takut waktunya mepet, ga puas nyobain tester make up juga.
sampai KLIA 2 kami menemukan tempat membeli makan dan minuman murah di bandara, Pasar Raya, letaknya di lantai 2 sebelahan sama money changer. memang sih untuk perbedaan pembelian suvenir di jalan alor dan di bukit bintang mungkin lebih mahal tapi untuk ukuran pembelian di area bandara masih murah dan masuk akal. kami juga menemukan air mineral dengan harga kurang dari seringgit disini.
sambil menunggu antrian di pintu keberangkatan, tampak beberapa petugas menari rancak mengikuti alunan musik, dan sore itu di lantai tiga terdapat rangkaian bunga2 segar yang masih baru karena tadi pagi kami tidak melihat rangkaian bunga2 tersebut, terdapat pula both both foto box untuk berfoto sendiri maupun ramai ramai, rupanya bandara KLIA 2 berulang tahun yang pertama pada hari itu, pantas ada acara, ingin rasanya ikut antri di foto box hanya saja takut tertinggal pesawat menuju hat yai maka kami mengurungka niat
Sampai di Dalam Pintu barulah kami sadar ternyata di tiket kami tidak ada info gate berapa hanya ada info jam penerbangan pada pukul 16.00. mati:( udah terlanjur sampai di Gate P. untunglah ada seorang petugas lewat, dia membantu kami menemukan gate melalui papan informasi penerbangan. hiks, maksud hati check in pagi, supaya jika sampai KLIA 2 waktuya mepet langsung menuju gate, ternyata karna kepagian check in info gate belum bisa tercetak di tiket. dan olaa..laa.. gate kami adalah gate L. yang harusnya saat masuk terminal keberangkatan kami belok kanan, tapi kami malah jalan lurus sampai gate P. endingnya lari larian plus pucat pasi saking takutnya ketinggalan pesawat, maklum jarak gate P ke pintu terminal jauh.
sesampai di Gate L, ternyata para penumpang masih ada di ruang tunggu, fiuuh leganya. namun baru duduk 5 menit kami sudah disuruh masuk.
Penerbangan sore itu cukup ramai juga. semua seat terisi, padahal jika menempuh perjalanan darat dari terminal puduraya menuju hat yai, thailand dengan bus hanya memakan waktu 8 hingga 10 jam, jika dengan flight waktu ditempuh kurang lebih 75 menit. itupun juga mendapat "bonus" karena perbedaan waktu kuala lumpur 1jam lebih awal dari hat yai maka tulisan di papan informasi flight dan tiket seolah olah perjalanan memakan waktu 15menit.
alhamdulilah cuaca cukup cerah dan kami mendapat duduk dengan pemandangan sayap pesawat, sebelumnya saya sudah melakukan pree boking makanan di pesawat, menu nasi lemak, maklumlah penasaran dengan rasa makanan di penerbangan AK, yang ternyata rasanya memang berbeda dengan menu nasi lemak di penerbangan QZ. memesan menu sebelum penerbangan mendapatkan bonus minuman dan harga juga jauh lebih hemat dibanding kita membeli dipesawat, tak jarang makanan juga sudah habis.
pukul 16.15 waktu hat yai pesawat mendarat tepat di bandara hat yai. dan mulailah kerempongan demi kerempongan terjadi :) Dimulai ketika travelmate saya hendak menukar rupiah ke Bath di money changer bandara, yang ternyata hanya ada satu konter saja. money changer tersebut telah tutup pada pukul 15.30 dikarenakan operasional pada hari sabtu hanya sampai pukul 15.30. oh tidak :) beruntung saya sudah membawa bath, sehingga tidak risau untuk ongkos menuju krabi town.
ada tiga transportasi menuju stasiun bus hat yai dari bandara udara hat yai, yaitu taksi , minivan dan songthaew (semacam angkutan umum di indonesia), jika taksi dan minivan sudah mainstream kami mencoba uji nyali naik songthaew,
hat yai diguyur hujan deras saat kami naik di songthaew, menunggu songthaew terisi penuh kami mencoba berbasa basi busuk dengan para penumpang lain. awalnya mereka mengira kami orang thailand, mulailah para penumpang itu mengajak bicara dengan bahasa thailand. mampusmu kapan nduk ?:p setelah kami menjelaskan kami tidak bisa bahasa thailand, rupanya para penumpang itu juga tidak memahami bahasa ingris. namun mereka cukup baik juga mengajak komunikasi dengan bahasa thailand, berusaha bertanya kami hendak kemanana, turun kemanan takut kami tersesat. sesuai prediksi akan kendala bahasa saya menunjukkan kertas bergambar tulisan khlong kae market, gambar hat yai nai dan hat yai municipal park yang sudah saya siapkan dari indonesia. dan tetap saja ibu ibu itu mengoceh menerangkan dengan bahasa thailand. pusing pusing dah :( tak lama ada penumpang lain lagi naik, alhamdulilah ibu yang ini paham bahasa ingris dan dia yang menerjemahkan bahasa ingris kami kepada penumpang yang lain. ibu ini baru saja melakukan penerbangan dari don mueang menuju hat yai, baik juga dia, makanan yang ada di tas jinjingnya di berikan kepada kami, sambil mengoceh pada temannya bahwa kami muslim sehingga dia memberikan semacam rengginang kepada kami. padahal di tas jinjingnya juga ada rambak, sempat saya ngiler dengan rambak, rupanya karena melihat travelmate saya memakai jilbab dia menebak kami muslim. ya, memang di hat yai yang berbatasan dengan malaysia terdapat komunitas muslim dan ciri khas muslim disini adalah menutup kepala dengan kerudung.
Setengah jam berlalu tapi masih belum tampak terminal bus yang kami tuju, dan para penumpang yang naik bersama kami sudah mulai turun satu persatu. bahkan ibu yang memberikan kami rengginang juga turun di teminal bus, namun menurut sopir songthaew terminal ini bukan terminal bus yang kami tuju.padahal kami dengan jelas melihat bus bertuliskan rute hat yai puket di kacanya. dan saya dengan oon nya naik lagi ke songthaew. tak jauh dari terminal tersebut kami melewati wat hat yai nai, yang terlihat dari pinggir jalan. mungkin terminal bus sudah dekat, terbesit pikiran positif, tak apa beli tiket bus ke krabi dulu baru jalan2 daripada kehabisan tiket bus. eh ujung ujungnya hingga 30 menit berikutnya berlalu tak tampak terminal bus yang dimaksud pak sopir songthaew padahal songthaew sudah melewati departement store (karena menurut blog blog yang saya baca terminal bus berada didekat diana departement store), mulailah saya pucat pasi, kawatir terkena scam. hiks, mana hari mulai gelap dan semua penumpang tersisa didalam songthaew tidak memahami bahasa ingris. haduh tau gitu tadi naik minivan demi mempersingkat waktu. beruntung tak lama ada cowok ganteng naik songthaew kami, travelmate saya bertanya apakah dia bisa berbahasa ingris, yes alhamdulilah dia paham bahasa ingris meski sedikit, dan menjelaskan terminal sudah dekat, kemudian travelmate saya bertanya apakah dia paham bus mana yang menuju krabi, dia menjawab bahwa dia juga hendak ke krabi.
oke, tak lama songthaew behenti di terminal bus hat yai. pantas saja banyak traveler yang tidak tau dimana terminal bus karena kami tidak menemukan tulisan informasi terminal, hanya saja banyak bus bus terparkir di dalam. bersama cowok tadi kami menuju loket bus diterminal (uji nyali kedua kali naek transportasi umum dengan kendala bahasa hehe ) dan cowok tadi yang mengatakan kepada petugas loket bahwa kami hendak ke krabi. alhamdulilah rupanya kali ini tidak terkena scam dan kami naek bus dengan harga lokal :) makasih ya mas cakep.
namun rupanya mas ini risih kami "tempeli", setelah membantu kami membeli tiket dia bergegas pergi. travelmate saya mengatakan, "sudahlah tak apa, mungkin dia lebih nyaman sendirian yang penting tiket sudah ditangan".
berikutnya kami mencari money changer terdekat dan ada satu money changer yang lokasinya bersebelahan dengan loket tiket bus. kerempongan berikutnya dimulai, ternyata mereka tidak mau kami menggunakan rupiah untuk ditukar bath :( tak habis akal, saya bertanya, bagaimanakah jika ringgit? oh, ternyata yang laku disini adalah ringgit, maklum perbatasan dengan malaysia, dan pastinya nilai tukarnya sedikit jatuh karena dia tak punya saingan money changer lain. tak apalah daripada nanti kekurangan uang bath mau ditukar dimana lagi :)
karena kerempongan demi kerempongan tadi rencana untuk eksplore hat yai dalam 3jam pun gagal :( sayang sekali padahal hat yai nai, khlong kae market dan hat yai municipal park dekat dari terminal bus, hanya saja sudah gelap pasti hanya khlong kae yang bisa dilihat itupun waktunya mepet belum sewa motornya juga. prediksi awal bus terakhir pada pukul 21.30 ternyata bus terakhir malam itu 20.30 sudahlah namanya juga rencana tidak selalu berjalan mulus.yang penting travelmate saya bisa menukar bath.
sisa waktu satu jam sebelum keberangkatan bus kami manfaatkan untuk makan malam, dan diantara deretan penjual makanan diluar terminal hanya satu penjual saja yg berkudung. okelah dinikmati saja yang penting masakanya halal, soal rasa nomor dua :)
pukul 20.30 kami bergegas menuju bus, kondektur dan kenek juga tak paham bahasa inggris, namun kami bertemu cowok ganteng tadi yang kursinya berseberangan dengan kursi kami. cowok ganteng itu menjelaskan bahwa kami hendak turun di krabi town. setelah pengecekan tiket saya dan travelmate terlelap hingga tiba tiba pada pukul 22.30 bus berhenti di sebuah tempat peristirahatan. samar samar saya mendengar kernet berbicara dan saya menangkap arti bahwa bus berhenti sekitar 30 menit di trang dan penumpang dipersilahkan turun jika mau, melirik sekilas kearah luar terdapat mushola dan deretan cemilan di etalase toko kemudian saya melanjutkan mimpi
pukul 00.00 cowok ganteng yang duduk berseberangan dengan saya tadi berdiri dan meminta turun, dengan setengah sadar saya bertanya pada kernet, "this is krabi?". pak kernet hanya menjawab, "no". oke deh berarti mas ganteng tadi tidak mau kami ikuti karena dia tidak turun di krabi town. pukul 01.00 pak kernet membangunkan saya dan travelmate, "Krabi!! krabi!!". haduh, dengan mata masih kriyep kriyep kami berusaha bangun dan melangkah keluar, turun bus. hiks, pukul 01.00 am sampai, padahal prediksi kami bus sampai krabi setidaknya pukul dua. ternyata pukul 01.00 sudah tiba.
turun dari bus ternyata ada 4orang cowok india yang juga turun bersama kami dari bus, namun rupanya mereka traveler karena membawa banyak kopor, tak lama ada sopir taksi menghampiri kami dan menawarkan taksi menuju krabi town. mungkin karena melihat saya dan travelmate yang hanya membawa ransel day pack, si sopir taksi lebih tertarik menawarkan taksi pada pemuda india daripada kami. nasib mu nduk :(
tak lama pemuda dan sopir tadi sepakat dan mereka naik taksi, tinggallah saya dan travelmate yang melonggo tak tau harus jalan kemana. melirik kanan dan kiri, mata saya menangkap bangunan seven eleven di seberang jalan. oke tanya ke seven eleven lebih pasti daripada tanya orang lewat. dan seperti yang diduga penjaga seven eleven tak paham dengan pelafalan bahasa ingris saya, sehngga saya harus menggeluarkan kertas yang saya siapkan sebelumnya. kertas berisi gambar patung ketam, icon dari krabi town. dan mereka menjelaskan memakai bahasa tarsan, tunjuk tangan sambil senyum senyum. oke dan saya bertanya lagi, "how far". dia menjawab "five". what!! lima kilo, oke deh kalo cuma lima kilo untuk ukuran pejalan kaki biasa :)
ternyata tak semudah yang dibayangkan berjalan jauh di malam hari. meski saya dan travelmate sudah biasa jalan jauh seharian, berjalan di sepanjang jalan utarakit memiliki seni tersendiri. ternyata hampir setiap rumah memiliki anjing dan mereka menyalak setiap kali kami lewat. rupanya travelmate saya takut anjing sehingga dia langsung lari setiap ada anjing lewat atau menyalak. baguslah tak ada ojek pula disini, terlebih beberapa gardu listrik yang kami lewati mengeluarkan bunyi bunyi aliran listrik. hiks ga lucu malam malam tersengat listrik di negara orang pula.
tak ada ojek tapi banyak kendaraan pribadi melintas, kami mencoba melakukan hitchhiking. alhamdulilah lagi mujur, tak lama ada songthaew lewat dan ada dua laki laki didalamnya, satu sopir satu kondektur. mereka menawarkan mengantar kami. karena sudah terlalu ilfil dengan minimnya orang thailand yang kami temui bisa berbahasa ingris, maka saya menunjukkan kertas bergambar patung ketam. dan mereka meminta 40 bath ongkos per orang. padahal harusnya kalo tidak jauh dan tidak tengah malam, normalnya adalah 10 bath. daripada berceloteh tak jelas untuk tawar menawar, saya mengelurkan hape dan membuka aplikasi kalkulator. saya tawar 15 bath per orang dan mereka mau.barusaja duduk eh sudah sampai, pantas saja mau ditawar 15 bath. dan sayapun tiba tiba menyelutuk, "its Pak Up far from here?". pak up hostel adalah penginapan yang sudah kami boking untuk menginap di krabi town. tak lama mereka mengantar kami, dekat juga pak up dari patung ketam. setelah kami turun, si kernet memperkenalkan diri, "My name is sholeh. Iam moslem, i know you are student" sambil memandang travelmate saya yang berkudung dan bertubuh mungil. haish, baru nyadar lagi, orang krabi sangat senang bertemu sodara sesama muslim. pantas kami dapat harga murah ini tadi :) alhamdulilah yaah....
masuk ke pak up hostel, muncul permasalahan baru, ternyata saya salah memesan hari untuk menginap. saya memesan untuk esok dan lusa plus kamar sudah penuh hari itu :) great. namun travelmate saya tak hilang akal, dia meminta ijin agar kami dipersilahkan tidur di sofa di lobby hotel. dan petugas menijinkan, bahkan dia mengambil mesin kipas angin untuk menyalakan didekat kami agar kami terhindar dari kegerahan dan gigitan nyamuk. ih, baik banget ya:) recomended nih hostel.
Rincian Biaya Hari Ke Dua :
pengeluran dalam ringgit malaysia :
air minum di sevel KLIA 2 = 1,9 myr
skybus ke KL sentral= 10 myr
cheezy wedges Burger king = 3.5myr
cheezy fries burger king = 2.5 myr
apple pie = 3.2 myr
tiket masuk klcitygalery = 5myr
hainannese chicken chop+drink = 13myr
simcard malaysia = 8myr
tiket lrt pasar seni-kl sentral = 1myr
sky bus ke klia2 = 10myr
jus kotak di pasar raya KLIA 2 @1,6myr=3,2myr
nasi lemak pree booked = 12 myr
tiket kl - hat yai = 75 myr
total penggeluaran ringgit = 148,3 myr
pengeluaran dalam bath thailand :
\
songthaew ke terminal bus = 20 bath
bis menuju krabi = 179 bath
minum sevel = 14 bath
makan malam = 40 bath
total pengeluaran bath = 253 bath
konversi pengeluaran ke rupiah :
1myr = IDR 3650
1bath = IDR 410
= total pengeluaran ringgit + total pengeluaran bath
= (148,3 x 3650) + (253x 410)
= IDR 541,295 + IDR 103,730
= IDR 645,025
0 komentar:
Posting Komentar